7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Credit Via Shutterstock.com
Istilah hiperpigmentasi mungkin acap terdengar belakangan ini. Terlebih banyak yang mulai menyikapinya dengan serius, lantaran hiperpigmentasi tak bisa dipandang sebelah mata efeknya. Apalagi jika munculnya di area wajah, tentu makin bikin pusing menghadapinya.
Sebab, bagaimanapun juga hiperpigmentasi ini bisa mengurangi kecantikan pada wajah, lantaran cukup mengganggu dan perlu segera diatasi. Selain itu, hiperpigmentasi bisa terjadi pada siapapun, sehingga tak boleh sampai diabaikan begitu saja.
Namun, sudahkah kamu memahami betul masalah kulit satu ini? Jangan sampai diabaikan, yuk kenali tanda-tandanya berikut ini.

Ciri-ciri paling umum saat mengalami hiperpigmentasi adalah munculnya bercak gelap pada kulit wajah. Hal tersebut terjadi karena produksi melanin atau zat yang memberikan pigmen warna pada kulit, terjadi secara berlebihan. Akibatnya, warna kulit menjadi tak merata.
Selain munculnya noda hitam, tanda lain dari hiperpigmentasi adalah kulit yang terlihat kusam, muncul lingkaran hitam yang ada di area mata, hingga warna kulit yang tidak merata. Kalau beberapa tanda ini sudah muncul, jangan diabaikan, karena merupakan sinyal kamu mengalami hiperpigmentasi.

Lebih lanjut, hiperpigmentasi bisa terjadi karena beragam faktor. Pada perempuan hamil, hiperpigmentasi bisa terjadi akibat perubahan hormon, sehingga menimbulkan bercak-bercak gelap pada kulit wajah yang biasa disebut sebagai melasma.
Selain itu, hiperpigmentasi juga bisa disebabkan karena terlalu sering terpapar sinar matahari. Jenis hiperpigmentasi ini disebut sebagai lentigo. Akibat paparan sinar matahari yang begitu menyengat, sehingga wajah dan juga tangan mengalami hiperpigmentasi.
Hiperpigmentasi juga bisa disebabkan karena peradangan kulit, seperti timbulnya jerawat hingga penyakit eksim. Kemudian, penggunaan obat-obatan anti malaria atau antidepresan jenis trisiklik dalam waktu lama juga bisa memicu terjadinya hiperpigmentasi. Pastikan untuk selalu konsultasi dengan dokter, untuk menghindari efek seperti hiperpigmentasi ini pada kulit.
Bagaimanapun hiperpigmentasi jangan ditutupi, melainkan harus diperbaiki. Tak perlu bingung mengatasinya gimana, sebab ada bahan-bahan penting yang bisa dimanfaatkan sebagai solusi untuk menghilangkan hiperpigmentasi. Termasuk di antaranya adalah Vitamin C dan Niacinamide.
Vitamin C diketahui dapat menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin kulit gelap. Sementara Niacinamide dianggap dapat membantu menyamarkan noda hitam pada kulit akibat hiperpigmentasi, sekaligus dapat membantu mencerahkan kulit.
Kabar baiknya, kedua bahan penting tersebut dapat ditemukan dalam satu produk serum terbaru Garnier Bright Complete Vitamin C Ampoule Serum. Produk tersebut mengandung kombinasi formula 3% Vitamin C dan Niacinamide yang ampuh menyamarkan hiperpigmentasi dalam 6 hari.
Dapatkan manfaatnya secara maksimal dengan menuangkan 1 ampoule serum pada ujung jari. Oleskan secara merata pada wajah atau leher yang sudah dibersihkan. Produk Garnier Bright Complete Ampoule Serum cocok digunakan setiap hari, pagi dan malam sebelum penggunaan Bright Complete 30x Vitamin C Serum. Wajah pun bisa cerah berseri bebas masalah hiperpigmentasi. Jadi, ingat ya #DontFakeItJustFixIt dengan serum terbaru Garnier.
Selain itu, Garnier Indonesia juga menghadirkan Garnier Skin Coach sebagai solusi lain buat kamu yang masih bingung. Kamu bisa memanfaatkan Garnier Skin Coach untuk mengetahui apakah kulit kamu mengalami hiperpigmentasi beneran atau bukan. Cek lebih lanjut informasinya di sini.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?