Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Taman Nasional Komodo (Foto: Shutterstock)
Dream - Taman Nasional Komodo semakin diminati wisatawan baik domestik maupun asing. Tentu, hal itu berdampak pada meningkatnya perekonomian setempat.
Di sisi lain, peningkatan tersebut juga membawa ancaman. Salah satunya, keberadaan tangan-tangan jahil cukup berbahaya bagi kelangsungan ekosistem di sana.
Seperti yang terjadi Rabu malam, 1 Agustus lalu. Gili Lawa yang masuk dalam komplek Taman Nasional Komodo terbakar gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Kobaran api cepat membesar akibat terpaan angin yang cukup kencang. Alhasil, pulau yang biasa dipakai para wisatawan untuk menikmati indahnya matahari terbit dan tenggelam itu menghitam.
PIC Labuan Bajo Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Shana Fatina, mengatakan insiden semacam itu bisa terjadi akibat wisatawan tidak memahami apa saja yang terlarang dilakukan. Banyak wisatawan, terutama domestik, tidak mengerti Taman Nasional Komodo adalah wilayah konservasi.
" Kalau wisatawan asing malah sangat berhati-hati saat ke sana karena mereka tahu bahwa kawasan itu adalah warisan dunia," ujar Shana, dikutip dari Liputan6.com.

Shana mengatakan menyalakan api merupakan salah satu hal yang dilarang dilakukan di Taman Nasional Komodo. Ini termasuk untuk merokok atau membuat api unggun.
Selain itu, wisatawan juga dilarang menyentuh semua jenis hewan. Ini karena hewan bisa merasa terancam akibat sentuhan manusia.
Tak hanya itu, para penyelam juga diminta untuk tidak menyentuh karang. Terdapat 11 titik penyelaman dengan pemandangan indah di sekitar Taman Nasional Komodo dan hanya mereka yang memegang sertifikat advance yang diizinkan menyelam.

" Kalau masih baru, lebih baik bilang ke guide-nya. Nanti dia akan mengarahkan ke lokasi yang lebih pas," ucap Shana.
Masih ada larangan lainnya, yaitu membawa air minum dalam kemasan sekali pakai atau makanan dalam wadah styrofoam atau gabus. Wisatawan dianjurkan membawa botol minuman atau wadah makanan ramah lingkungan.
Selain itu, setiap pengunjung diwajibkan membawa kembali sampahnya. Juga, terlarang hukumnya membawa apapun dari Taman Nasional Komodo, meski hewan sudah mati maupun pasir.
Sumber: Liputan6.com/Dinny Mutiah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya