BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Ilustrasi
Dream - Menunggu jadi hal yang paling membosankan dan menyebalkan. Orang dewasa seperti kita saja kadang merasa kesal ketika harus menunggu sesuatu atau seseorang. Anak-anak pun demikian, terutama anak balita yang emosinya masih meletup-letup.
Meski begitu bukan berarti anak tak bisa diajarkan untuk menunggu. Ada kalanya kita berada di dalam situasi yang harus menunggu. Antre saat di kasir, menunggu untuk giliran berbicara, menanti ayahnya datang dan masih banyak lagi.
" Menunggu bagi anak-anak hal ini juga sebenarnya harus sering-sering dilatih. Terutama mengajarkan menunggu untuk giliran berbicara, anak menyela ketika orangtua berbicara, tentu ini tidak sopan. Ada permainan yang bisa melatihnya untuk menunggu," ujar Lana Smith, seorang pengajar anak usia dini, seperti dikutip dari Brightside.
Untuk mengajarkan anak agar tak menyela pembicaraan dan menunggu, latih dia untuk memberi tahu dengan sentuhan. Misalnya ketika Anda dan ayahnya sedang berbicara, jangan biarkan si kecil menyela.
Minta anak untuk menyentuh tangan Anda, lalu balas dengan sentuhan lagi. Ini tanda kalau Anda mengerti yang dimaksudkannya dan segera menghampiri setelah berbicara dengan ayahnya. Latihan ini perlu dilakukan berkali-kali sampai anak mengerti dan terbiasa. Katakan juga padanya menyela pembicaraan orangtua merupakan hal tidak sopan.
Lalu, cara lainnya adalah mengajak anak mengantri di depan kasir. Saat belanja sesuatu biarkan ia memilih jajanannya. Akan sangat baik jika antrian cukup banyak. Beritahu anak kalau harus antri agar semua terlayani dengan baik dan tidak menyelak.
" Hindari menggunakan ukuran satuan waktu, misalnya 10 menit atau 5 menit. Anak yang masih di bawah usia 9 tahun belum bisa memahami konsep tersebut. Mereka sebaiknya dilatih dengan yang terlihat 'nanti setelah serial Elmo habis kita tidur ya', bukan dengan '5 menit lagi harus naik tempat tidur', cara tersebut akan jauh lebih dimengerti," ungkap Smith.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan