Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Dream – Bagi para orangtua baru, keluhan pada anak seringkali menimbulkan tanda tanya besar. Apakah gangguan tersebut merupakan penyakit yang disebab virus, bakteri atau mungkin serangan alergi?
Pada beberapa kasus, alergi pada anak memang sangat menganggu. Serangannya bisa datang kapan pun dan membuat si kecil tak nyaman, rewel, bahkan hingga kehilangan nafsu makan dan lemas.
Untuk tahu apakah si kecil memiliki alergi atau tidak memang harus dilakukan pemeriksaan medis dan berkonsultasi intensif dengan dokter. Namun akan lebih baik jika sebagai orangtua, Anda tahu gejala-gejalanya.
Ruam
Tanda pertama adalah munculnya ruam. Beberapa bayi yang baru lahir memiliki jerawat kecil di wajah. Namun, berbeda lagi dengan eksim, eksim merupakan ruam wajah yang menyebar secara luas, berwarna merah, bersisik, dan gatal. Setelah muncul di wajah, akan muncul pada bagian lengan, kaki, lipatan lutut, bahkan pada siku.
Untuk mengatasinya, mandikan bayi dengan sabun hypoallergenic dan gunakan pelembap tanpa aroma. Jika tak kunjung mereda segera konsultasi dengan dokter. Nantinya akan diberikan obat topikal dan antihistamin untuk menyembuhkan dan mengontrol gatal.
Alergi makanan
Alergi dan intoleransi makanan biasanya terjadi secara bergantian. Alergi merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang masuk karena dianggap 'membahayakan'.
Reaksi yang muncul antara lain gatal, bibir bengkak, muntah, diare dan batuk mengi atau berbunyi. Ketika seorang bayi memiliki alergi terhadap makanan, maka ia kehilangan enzim yang dibutuhkan untuk memecah protein menjadi bagian mudah dicerna.
Akibatnya, adanya gas yang berlebihan atau kram pada perut yang membuatnya rewel. Gejala dari keduanya dapat terjadi ketika si kecil mulai kenyang, termasuk juga saat diberi susu formula atau menyusui. Jika curiga si kecil mengalami hal ini, konsultasikan keadaannya kepada dokter spesialis alergi.
Batuk berkepanjangan
Asma salah satu bentuk alergi yang menyebabkan peradangan di saluran napas. Ditandai dengan munculnya batuk mengi atau berbunyi dan sesak napas. Bayi yang memiliki alergi eksim dan makanan lebih mungkin terkena asma.
Biasanya gejalanya tidak disebabkan oleh pilek atau virus. Tapi muncul batuk berbunyi terus menerus dan tak kunjung sembuh. Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.
Laporan Dina Nazhifah
Sumber: Parents
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis