Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Vitamin (Foto: Shutterstock)
Dream - Sistem imunitas anak-anak belum sepenuhnya terbentuk dengan sempurna. Tak heran kalau mereka mudah sekali sakit. Kelelahan sedikit saja, lalu dekat dengan orang yang terkena flu, anak akan dengan mudahnya tertular.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, hal yang sering dilakukan orangtua adalah memberi vitamin. Segala macam vitamin untuk anak tersedia di pasaran. Ada yang untuk daya ingat, kesehatan tubuh, mata dan sebagainya.
Lalu bagaimana memilih jenis vitamin yang tepat untuk si kecil? Pastikan mempertimbangkan hal berikut.
Selalu konsultasikan dengan dokter
Vitamin bisa didapatkan di mana pun tapi sebaiknya tidak memberikan vitamin pada anak tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Terutama jika si kecil punyawa riwayat penyakit
tertentu. Beberapa vitamin mengandung beberapa zat yang bisa menghambar kerja pencernaan. Jadi akan jauh lebih baik mengkonsultasikannya dengan dokter anak.
Kondisi fisik
Tubuh anak dalam kondisi sehat, tak memiliki keluhan yang berarti. Si kecil juga suka mengonsumsi berbagai makanan. Berat badannya pun naik secara teratur sesuai dengan
perkembangan usianya. Jika demikian sebenarnya tak perlu memberikan vitamin.
Untuk anak yang mengalami alergi, masalah makan, bisa jadi membutuhkan asupan tambahan. Bisa dengan suplemen yang mengandung zat besi dan kalsium, serta vitamin D.
Usia dan jenis kelamin
Kebutuhan nutrisi tertentu sangat ditentukan oleh usia dan jenis kelamin anak. Anak-anak berusia antara 2 hingga 3 tahun membutuhkan lebih sedikit kalori, protein, sayuran, biji-bijian dan susu daripada anak yang berusia 4 sampai 8 tahun.
Menurut National Institutes of Health, anak-anak berusia 4 hingga 8 membutuhkan 25 miligram vitamin C setiap hari. Tapi anak yang lebih muda hanya membutuhkan 15
miligram setiap hari.
Sementara anak perempuan dan anak laki-laki yang berusia antara 2 hingga 3 tahun memiliki pedoman gizi harian yang sama. Namun saat usia 4 sampai 8 tahun, dalam anak laki-laki mungkin mulai membutuhkan lebih banyak nutrisi.
Sumber: Huffingtonpost
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi