Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Furnitur Hitam (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak orang memilih furnitur rumah yang berwarna gelap, seperti sofa, karpet atau kursi. Alasan utamanya adalah agar lebih tahan lama dan tak mudah terlihat kotor.
Sarah Barnard, seorang desainer interior, mengatakan furnitur warna gelap di rumah mungkin jauh lebih kotor daripada yang dikira. Warna gelap justru dapat menyembunyikan keausan dengan sangat baik sehingga mudah untuk melewatkan tanda-tanda kalau sudah waktunya untuk pembersihan dan renovasi.
" Sangat sulit mengenali sofa yang sangat kotor atau karpet yang sudah bertumpuk debu jika warnanya gelap. Justru dengan warna terang, pembersihan dan perawatan cenderung dilakukan lebih rutin," kata Barnard.
© Dream
Furnitur warna terang mendorong pembersihan lebih sering yang berkontribusi pada rumah yang lebih sehat. Terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang, di mana kebersihan sangat penting.
Jika memiliki kain pelapis untuk sofa bisa digunakan. Sehingga pembersihan jadi lebih mudah, tak perlu mencuci sofa, cuci saja kain pelapisnya lebih sering.
Untuk karpet, Barnard merekomendasikan kain antimikroba alami seperti wol organik. Kain ini memang tak bisa dicuci dengan mesin, tapi lebih bersih dan tahan lama karena kandungan lanolin aslinya.
© Dream
" Warna gelap sebaiknya dipilih untuk benda yang mudah dicuci. Seperti seprai, sarung bantal, handuk, selimut, dan keset kamar mandi. Lakukan pencucian minimal dua minggu sekali," ungkap Barnard.
Jangan sampai barang-barang berwarna gelap berbau atau memunculkan masalah kulit karena jarang sekali dibersihkan. Ingat, kesehatan keluarga jadi taruhannya.
Sumber: Apartment Therapy
© Dream
Dream - Selama karantina di rumah saat pandemi, rebahan mungkin aktivitas paling sering yang kita lakukan. Seluruh anggota keluarga pun lebih banyak waktu di rumah.
Untuk membuat suasana lebih nyaman dan bikin betah ada furnitur penting yaitu sofa, khususnya sofa bed.
Sofa ini memang berbeda dengan sofa biasa. Memiliki fitur yang bisa dibuka dan dilipat sesuai kebutuhan. Bentuknya seperti sofa biasa tapi punya penyangga dan alas yang lebih lebar dan bisa dijadikan area rebahan dadakan.
Jika ingin membeli sofa tambahan di rumah tak ada salahnya untuk memilih sofa ini. Mengapa?
Menghemat Pengeluaran
Jadi lebih hemat karena kamu cukup memiliki sofa bed sudah bisa multifungsi sebagai tempat duduk dan untuk tidur. Selain itu harga yang ditawarkan tak beda jauh dengan sofa biasa. Kita bisa mendapatkan dua fungsi dalam satu furnitur.
© Dream
Menghemat Tempat
Sofa bed juga tak makan banyak tempat. Apalagi kalau di rumah tak memiliki kamar tamu. Bisa jadi tempat tidur tamu saat menginap di rumahmu, kan? Desain bongkar pasang memungkinkan kita untuk menggunakan ruang kosong saat sofa bed dilipat.
Fleksibel
Pilihan desainnya beragam dan pastinya menarik buat kamu jadikan furnitur di ruang tamu. Selain itu sofa bed juga bisa memberikan pengalaman tidur yang berbeda dan praktis. Asal kamu pilih yang cara pengoperasiannya mudah.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya