Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Dream - Kepolosan anak-anak membuat mereka seringkali mengikuti perkataan dan perbuatan orang-orang di sekitarnya. Mereka juga seringkali tak mengerti makna dari kalimat yang dilontarkannya. Kadang kala tanpa disadari anak-anak mengucapkan kalimat tidak sopan atau kata-kata kotor.
Dengan wajah polosnya anak bahkan mengucapkannya sambil tertawa. Hal ini tentunya tak boleh dibiarkan apalagi ditertawakan. Anak-anak yang belum baligh memang belum memiliki
dosa. Baik kesalahan karena perbuatan, maupun kesalahan karena ucapan lisan.
Namun, ada hal yang harus dilakukan jika anak melakukan kesalahan seperti berbuat kasar atau melontarkan kata-kata kotor.
Anak kecil tidak boleh dibiarkan melakukan hal buruk, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita untuk menolak setiap kemungkaran. Beliau bersabda:

" Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka dia harus mengingkarinya dengan tangannya, jika tidak mampu dia harus mengingkarinya dengan lisannya, dan jika tidak mampu dia harus mengingkari dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah (dalam ibadah nahi munkar).” (HR. Muslim 49).
Dan kemungkaran, mencakup semua bentuk pelanggaran syariat, meskipun pelakunya tidak berdosa. Seperti yang dilakukan anak kecil, atau orang gila, atau binatang. Al-Marudzi menceritakan,

Aku pernah melihat Imam Ahmad melewati beberapa anak TPA yang bertengkar. Kemudian beliau memisahkan mereka semua. (al-Adab as-Syar’iyah, Ibnu Muflih, 1/162).
Mereka dipisah oleh Imam Ahmad, karena bertengkar adalah kemungkaran. Meskipun anak-anak tidak berdosa dalam melakukannya. Karena itu, ketika keluar ucapan kotor atau kasar dari anak, dia harus diperingatkan agar tidak mengulangi, dilarang keras untuk mengucapkan kalimat itu.
Bukan malah ditertawakan, karena bisa membuat dia semakin mencari perhatian dengan mengulang kembali kalimat itu. atau bisa juga dia mengira dengan ditertawakan berarti disetujui dan itu lebih berbahaya. Selengkapnya baca penjelasan Ustadz Ammi Nur Baits di sini
Sumber: Konsultasi Syariah
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari