Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c)Shutterstock
Bukan hal yang mengagetkan jika anak-anak suka camilan manis. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang justru bakal merengek ketika tidak diberi makanan manis oleh orang tuanya. Namun, sebagai orangtua, apakah pernah terpikir jika camlan yang disukai si kecil tersebut mengandung pemanis buatan atau tidak?
Apalagi ada banyak jenis pemanis buatan yang sering digunakan dalam produk-produk makanan maupun minuman. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan menyebutkan dampak beberapa pemanis buatan, termasuk jika penggunaannya sampai berlebihan.
Pemanis buatan ini paling banyak digunakan dalam industri makanan. Ciri mudahnya, jika makanan mengandung aspartam biasanya akan memberikan after taste yang tidak pahit, tapi dengan kemanisan sangat tinggi. Bahkan, tingkat kemanisannya setara 60-220 kali gula murni.
Lebih tinggi dari aspartam, Sakarin punya tingkat kemanisan 300-500 kali gula pasir. Walau boleh digunakan, tetapi penggunaan Sakarin menurut BPOM harus dalam takaran wajar, karena bisa menyebabkan obesitas.
Ada lagi Sukralosa yang punya tingkat kemanisan sebanyak 600 kali gula murni. Selain itu, Sukralosa tidak bisa dicerna tubuh, sehingga tidak berpengaruh dalam gula darah. Sukralosa juga tidak merusak gigi, dan dapat diolah dalam suhu tinggi tanpa mengurangi rasa manisnya.
Di beberapa negara pemanis buatan ini sempat dilarang penggunaannya, tetapi di Indonesia masih diperbolehkan untuk produk pangan dalam batas tertentu. Tingkat kemanisannya setara 30 kali gula pasir.
Itulah beberapa pemanis buatan yang kerap digunakan dalam beberapa produk makanan maupun minuman, termasuk camilan anak-anak. Nah, untuk memastikan apakah camilan si kecil mengandung pemanis buatan atau tidak, Bunda bisa mengeceknya langsung dalam kemasan produknya.
Kabar baiknya, ada lho camilan untuk anak-anak yang dibuat dengan gula asli, seperti Wong Coco MyJelly. Bahkan, untuk memastikannya, produk ini mencantumkan label "dibuat dengan gula asli". Di samping tidak mengandung pemanis buatan, produk tersebut juga tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga benar-benar cocok diberikan untuk buah hati.

© instagram.com/wongcoco.id
Selain itu, Wong Coco MyJelly juga memiliki bentuk yang unik seperti bintang, sehingga si kecil pasti menyukainya. Sampai-sampai ada karakter MyJelly bernama StarZelly. Bunda pun tidak perlu khawatir si kecil batuk, karena rasa manis MyJelly tidak tertinggal di tenggorokan.
Sementara untuk variannya, Wong Coco MyJelly hadir dalam 5 kemasan. Ada yang isi 5, 15, 30, toples berbentuk bintang isi 25, hingga toples isi 60. Untuk rasa, Wong Coco MyJelly menghadirkan beragam rasa buah, seperti anggur, strawberry, lychee, melon, dan jeruk. Tekstur jelly-nya kenyal, serta berisi nata de coco di dalamnya.
Menariknya lagi, Wong Coco MyJelly akan menghadirkan event Dream Day 2019 dan Muslim Kids Competition 2019. Jangan sampai ketinggalan, ya!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya