Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Kanker serviks atau mulut rahim termasuk kanker yang banyak menyerang perempuan Indonesia. Kanker ini disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Dikutip dari KlikDokter.com. Saat HPV menginfeksi, tubuh akan bereaksi dengan mengirim sel di sistem imun untuk membasmi virus tersebut. Jika gagal, infeksi akan berlanjut sehingga berisiko menimbulkan kanker serviks.
Kanker ini termasuk yang bisa dicegah divaksinasi. Terdapat vaksin kanker serviks yang sangat dianjurkan bagi perempuan. Selain itu, ternyata penggunaan kontrasepsi juga bisa mengurangi risikonya.
Setiap jenis kontrasepsi memiliki cara kerjanya masing-masing untuk mencegah kehamilan. Guna mendapatkan manfaat kontrasepsi dalam mencegah kanker serviks, Sahabat Dream perlu memilih jenis kontrasepsi yang tepat. Beberapa metode KB yang dapat menurunkan risiko kanker, antara lain:
1. Kondom
Salah satu jenis KB yang bermanfaat menurunkan risiko kanker serviks adalah kondom. Disebutkan bahwa kondom lateks, selain mencegah kehamilan, juga menjadi dapat menurunkan risiko infeksi HPV. Untuk mendapat manfaat tersebut, kondom harus digunakan dengan benar. Artinya, mesti mengenakan kondom yang baru sebelum hubungan seksual.
Satu hal yang perlu digarisbawahi, penggunaan kondom dengan benar hanya melindungi area yang tertutup olehnya. Ini berarti bahwa area yang tidak tertutup oleh kondom tetap berisiko terkena infeksi HPV. Pada dasarnya, manfaat kondom dalam menurunkan risiko infeksi HPV bergantung pada lokasi tubuh yang terkena infeksi.
© Dream
Selain kondom, ada pula metode KB lain yang disebut mampu menurunkan risiko kanker serviks. Metode KB ini dikenal dengan sebutan spiral/ IUD alias AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).
Faktanya, wanita yang menggunakan IUD memiliki angka kejadian kanker serviks lebih rendah 30 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya. Diperkirakan bahwa AKDR membantu melawan infeksi HPV sehingga menurunkan risiko kanker serviks. .
Selain itu, penggunaan IUD dapat pula memicu sistem imun jangka panjang berkat reaksi terhadap komponen yang ada di dalamnya. Sistem daya tahan tubuh tersebut juga diduga menyerang virus HPV penyebab kanker serviks yang masuk ke dalam tubuh.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream – Beberapa pasangan memilih untuk menunda kehamilan karena memiliki pertimbangan tertentu. Kini, cukup banyak pilihan alat kontrasepsi yang bisa membantu pasangan untuk melakukan perencanaan kehamilan lebih detail.
Mungkin Sahabat Dream juga menggunakan salah satunya. Sayangnya, tak semua alat kontrasepsi langsung nyaman dipakai. Pada beberapa orang, jenis kontrasepsi tertentu memunculkan keluhan dan rasa tak nyaman.
Memang, tubuh membutuhkan waktu penyesuaian dengan kontrasepsi yang digunakan namun jika terus terjadi keluhan, pertimbangkan untuk mengganti kontrasepsi. Apa saja tandanya?
Pendarahan yang berkelanjutan
Dilansir dari Popsugar, pendarahan bisa menjadi efek samping awal dari metode kontrasepsi hormonal baru. “ Hampir semua metode hormonal dapat menyebabkan bercak pada awalnya,” ujar Maria Sophocles, MD, seorang dokter kandungan dan direktur Women’s Healthcare of Princeton.
Keluhan ini bisa terjadi pada mereka yang menggunakan alat kontrasepsi seperto pil KB, patch, ring, suntikan, patch, dan IUD Hormonal. Jika pendarahan terus berlanjut dalam jangka waktu lama, bisa jadi memang tidak cocok.
© Dream
Hubungi dokter jika mengalami kram menstruasi yang menyakitkan atau sangat tidak nyaman sampai mempengaruhi kegiatan sehari-hari. Dokter Sophocles menjelaskan, masalah seperti radang usus buntu, radang panggul, dan kehamilan ektopik, perlu disingkirkan terlebih dahulu.
Jika rasa sakit berasal dari menstruasi, beralih ke kontrasepsi hormonal berpotensi membantu. Coba untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mencari kontrasepsi yang paling nyaman dan cocok digunakan.
© Dream
Pil KB perlu diminum setiap hari agar efektif mencegah kehamilan. Kehilangan pil atau lupa meminumnya membuat kontrasepsi ini kurang dapat diandalkan karena meningkatkan peluang untuk kehamilan yang tidak direncanakan.
Jadi, jika sering lupa minum pil KB, mungkin ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan metode kontrasepsi yang berbeda. “ Jika sulit untuk mengingat pil yang harus diminum, ada banyak pilihan lain yang tidak memerlukan banyak usaha,” kata dr. Sophocles.
Ia memberi contoh long-acting reversible contraceptives (LARC) sebagai pilihan yang sangat baik. Alat kontrasepsi ini mencakup implant lengan (Nexplanon)
Merasa down atau depresi
Jika merasa bahwa kontrasepsi hormonal mengacaukan suasana hati secara negatif, dr. Sophocles merekomendasikan untuk hubungi dokter dan lakukan evaluasi. Ini bisa menjadi pertimbangan untuk mengganti alat kontrasepsi lain.
“ Situasi ini dapat terjadi saat menggunakan pil KB dan metode hormonal kombinasi lainnya seperti estrogen plus progesterone,” ujar dr. Sophocles.
Laporan Elyzabeth Yulivia
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya