AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - World Autism Awareness Day atau Hari Kesadaran Autisme Sedunia setiap 2 April merupakan peringatan penting. Sebagai langkah besar demi memberi kesadaran pada masyarakat terkait kondisi anak-anak dengan autisme.
Autisme sendiri merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang memengaruhi kemampuan bidang sosial, komunikasi verbal (bahasa) dan nonverbal, imajinasi, fleksibilitas, lingkup interest (minat), kognisi, dan atensi.
Mereka yang memiliki spektrum autisme bisa hidup dengan normal, bahkan menggapai cita-cita yang diinginkannya. Tentunya dengan intervensi terapi yang efektif. Gejala autisme sendiri muncul di usia balita. Antara lain tak ada kontak mata serta tak memiliki respons yang baik dengan lingkungannya.
Selain itu ada fakta-fakta seputar autisme yang penting diketahui.
1. Jumlah anak autisme meningkat
Menurut data Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, kasus autisme di masa sekarang 10 kali lebih banyak dibanding tahun 1980-an. Paling tidak ada satu dari 68 anak di Amerika Serikat autisme dengan tingkatan yang berbeda-beda.
Menurut para pakar, peningkatan jumlah anak dengan autisme di masa kini bukan karena epidemi, melainkan kemajuan informasi, diagnosis, dan pendataan yang lebih baik.
" Sekitar 10 tahun lalu, banyak anak dengan autisme ringan yang tidak terdiagnosis, sekarang tidak begitu," kata dokter anak yang menangani tumbuh kembang dari Mission Children's Hospital, Asheville, North Carolina, Adrian Sandler.
2. Autisme adalah gangguan genetik
Penyebab autisme pernah diyakini karena pengasuhan orangtua yang tidak tepat. Namun, hal itu ternyata salah. Para peneliti mengungkapkan penyebab autisme terjadi karena gangguan genetik.
" Mungkin juga ada kombinasi antara genetik dan lingkungan," kata Direktur Center for Autism and Communication Disorders University of Michigan, Catherine Lord.
3. Waspada bila anak memiliki kepala besar
Temuan terbaru dalam Journal of American Medical Association menunjukkan otak anak-anak autisme berkembang secara berbeda sejak dini. Para peneliti menemukan kebanyakan anak yang kemudian didiagnosis autisme memiliki lingkar kepala kecil saat lahir, tapi pada saat usia 6-14 bulan memiliki kepala dan otak lebih besar dari ukuran normal.
4. Intervensi sedini mungkin amat penting
Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi autisme, tapi terapi intensif membantu anak lebih bisa mempelajari keterampilan hidup. Semakin dini anak mendapat intervensi terapi, semakin baik.
Menurut National Academy of Sciences di 2001, seorang anak paling tidak mendapatkan terapi 25 jam terapi setiap minggu setelah diduga autisme.
" Intervensi bisa dilakukan dalam banyak bentuk dapat mengambil banyak bentuk, di antaranya terapi langsung dari para guru dan profesional terlatih," kata Lord.
Sumber: Benedikta Desideria/ Liputan6.com
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli