Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Jurus Wanita 'Listrik' Seimbangkan Pengabdian dan Keluarga

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 Maret 2018 18:04
Jurus Wanita 'Listrik' Seimbangkan Pengabdian dan Keluarga
Dengan tangan dinginnya Tri Mumpuni mampu menggerakan masyarakat dan mengurus keluarga dengan baik. Bagaimana ia bisa menyeimbangkan perannya?

Dream - Insting seorang ibu bisa membuat sebuah desa jadi lebih maju dan memicu gerakan yang luar biasa. Bukan hanya mengabdi untuk suami dan anak-anaknya, tapi juga warga desa terpencil. Seperti sosok Tri Mumpuni begitu menginspirasi banyak orang.

Ibu dua anak ini dikenal sebagai Wanita 'listrik'. Beliau merupakan penggagas dan penggerak Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) yang membuat 60 desa tanpa listrik di
Indonesia, bisa memiliki pembangkit listrik sendiri.

Bersama sang suami, Iskandar Budisaroso, membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Pembangkit tersebut dijadikan sebagai sumber energi listrik bagi desa yang belum dijangkau oleh PT PLN.

Bekerja sama dengan suami tercinta menurut perempuan yang akrab disapa Bu Puni itu dapat menjadi jalan keluar untuk menyeimbangkan urusan keluarga dan pekerjaan. Baginya, sangat penting untuk menjaga komunikasi yang baik, agar suami bisa mengerti aktivitas istri di luar rumah, selain mengurus keluarga.

" Saya setuju dengan ungkapan di balik istri yang sukses, ada suami yang stres," ujar Tri dalam acara bincang-bincang Wardah x WeCare.Id di Jakarta.

Tri Mumpuni di acara Wardah

(Tri Mumpuni dalam acara bincang-bincang Wardah X WeCareId)

Ia juga bercerita kalau kesibukannya mengurus anak sambil mengaktifkan pemberdayaan masyarakat di desa terpencil memang cukup berat. Tapi seiring berjalannya waktu, apalagi
didukung keluarga, semuanya bisa teratasi dengan baik.

" Saat ini, perempuan tidak hanya mengurus dapur, sumur, kasur. Perempuan pun bisa memberikan dampak positif bagi orang lain," jelas wanita setengah abad ini.

Hal yang juga hingga kini dilakukannya agar membuat hidup seimbang adalah menjalani puasa setiap Senin dan Kamis. Kebiasaannya ini dilakukan sejak Bu Puni duduk di SMP.
itu, Tri mempunyai kebiasaan berpuasa Senin-Kamis sejak SMP.

" Mendengarkan kondisi badan adalah hal yang penting," ungkapnya.

Laporan Cynthia Amanda Male

Beri Komentar