Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Gugusan Terumbu Karang Great Barrier Reef Di Australia (Foto: Pixabay.com)
Dream – Sebuah studi baru menunjukkan gugusan terumbu karang terbesar di dunia, Great Barrier Reef di Australia dalam kondisi mengkhawatirkan. Gugusan karang ini sudah kehilangan setengah dari koralnya akibat perubahan iklim.
Penelitian yang dilakukan oleh ARC Center of Excellence for Coral Reef Studies di Queensland, Australia menunjukkan populasi terumbu karang kecil, sedang, dan besar semuanya telah menurun dalam tiga dekade terakhir.
Pemimpin penelitian, Andy Dietzel, mengatakan sains telah kekurangan informasi dan studi menyeluruh tentang perubahan populasi terumbu karang dari waktu ke waktu. Penelitian itu mencoba mengatasi kabar duka tersebut.
Menurutnya kumpulan terumbu karang di sepanjang Great Barrier Reef turun sejak tahun 1995 hingga 2017, seperti dikutip dari laman Lonely Planet.
© Ilustrasi terumbu karang sebagai habitat ikan-ikan kecil (Foto: Pixabay.com)
" Kami menemukan jumlah karang kecil, sedang, dan besar telah menurun lebih dari 50 persen sejak 1990-an,” ucap salah satu peneliti, Terry Hughes yang juga merupakan anggota CoralCoE.
Menurut dia, penurunan gugusan terumbu karang terbesar di dunia itu terjadi di perairan dangkal maupun dalam dan hampir semua spesies karang. Terutama pada karang yang bercabang dan berbentuk meja.
Kondisi ini merupakan paling parah yang dipengaruhi oleh suhu yang memecahkan rekor yang memicu pemutihan massal pada 2016 hingga 2017.
Pemutihan karang merupakan hasil dari gempuran perubahan iklim, suhu, nutrisi, yang merupakan suatu proses yang menyebabkan terumbu karang ini mengeluarkan ganggang symbiosis di jaringannya dan menjadi rentan rusak.
© Ilustrasi terumbu karang sebagai habitat ikan-ikan kecil (Foto: Pixabay.com)
Karang bercabang dan berbentuk meja menyediakan struktur yang penting bagi penghuni terumbu karang. Hilangnya karang mengakibatkan hilangnya habitat ikan-ikan kecil.
Pada gilirannya, hal ini akan berakibat mengurangi kelimpahan ikan dan produktivitas perikanan terumbu karang.
Salah satu implikasi utama dari ukuran karang adalah pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup dan perkembangbiakan, dengan pemulihan terumbu karang yang terganggu karena dapat lebih sedikit karang kecil yang tumbuh. Sedangkan sedikit juga terumbu karang dewasa yang mampu bertahan dalam perubahan iklim.
© Ilustrasi terumbu karang sebagai habitat ikan-ikan kecil (Foto: Pixabay.com)
Perubahan iklim meningkatkan frekuensi gangguan terumbu karang seperti gelombang panas laut, dengan bagian selatan terumbu terpapar suhu ekstrim yang memecahkan rekor pada awal 2020.
“ Dulu kami berpikir Great Barrier Reef dilindungi oleh ukurannya yang besar, tetapii ternyata hasil penelitian menunjukkan bahkan sistem terumbu karang terbesar dan paling terlindungi di dunia pun juga terancam dan menurun jumlahnya,” kata Profesor Hughes.
Profesor yang juga penulis hasil penelitian itu mengatakan data yang lebih valid tentang perubahan demografi terumbu karang sangat dibutuhkan untuk mengetahui tingkat dan kemungkinan pemulihan di antara gangguan, serta mengambil langkah besar untuk mengatasi perubahan iklim saat ini.
“ Tidak ada waktu lagi untuk menyesali, kita harus segera mengatasi emisi gas rumah kaca secepatnya,” ungkap para peneliti tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya