10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Budaya selamatan tak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia. Biasanya dilakukan di momen-momen penting dalam kehidupan, seperti ketika menjalani kehamilan. Selamatan ini juga bentuknya berupa pengajian, berdoa bersama dan juga ritual budaya yang penuh makna filosofis.
Saat hamil, selamatan biasanya dilakukan saat usia 4 bulan dan 7 bulan. Ada sebagian orang yang mempertanyakan keabsahan pelaksanaan acara selamatan tersebut. Adakah dalil dan anjuran di dalam agama Islam tentang itu? Adakah Rasulullah pernah memerintahkan atau mencontohkan hal itu?
Dikutip dari NU Online, memang tidak ada perintah secara langsung dalam sumber hukum Islam mana pun. Namun bila kita mau mempelajari dengan baik kita bisa menemukan dalil-dalil yang secara substansi bisa menjadi dasar keabsahan melakukan acara selamatan semacam itu.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim yang juga disebutkan bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallama bersabda:
“ Sesungguhnya setiap orang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (berupa sperma), kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari pula, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari juga. Kemudian diutuslah seorang malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal; rejekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia menjadi orang yang celaka atau bahagia.” (Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi, Shahîh Muslim, Kairo: Darul Ghad Al-Jadid, 2008, jil. VIII, juz 16, hal. 165).
Pada fase yang demikian ini, berdasarkan hadits di atas, para ulama Nusantara mengajari kita sebagai umatnya untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar janin yang ada di kandungan diberi ruh yang baik dan juga rupa tubuh yang sempurna tak kurang suatu apa sebagaimana layaknya tubuh seorang manusia normal pada umumnya. Juga memohon kepada Allah agar sang janin diberi takdir-takdir yang baik pula.
Untuk memanjatkan permohonan-permohonan baik bagi sang janin itu para ulama negeri ini juga menganjurkan untuk meminta bantuan para tetangga dan sanak saudara untuk ikut serta mendoakannya. Maka diundanglah mereka ke rumah pada waktu yang ditentukan guna bersama-sama berdoa kepada Allah.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli