Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bau Kaki. (Source: Shutterstock)
Dream - Ketiak bukan satu-satunya area tubuh yang bisa mengeluarkan bau tak sedap ketika berkeringat. Pasti kamu pernah mencium bau menyengat yang tak sedap dari seseorang yang baru melepas alas kaki.
Dokter Kulit, Arthur Simon menjelaskan kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki jumlah kelenjar keringat paling banyak. Kondisi ini membuat organ tubuh yang digunakan untuk berjalan itu bisa mengeluarkan bau yang kurang sedap ketika berkeringat.
Bau akan semakin menyengat ketika seseorang sedang dalam masa pubertas. Hal yang sama bisa dialami seorang ibu hamil yang dipicu perubahan kadar hormon sehingga memproduksi keringat lebih banyak.

Foto: Shutterstock
Meski banyak berkeringat, tidak semua orang akan mengeluarkan bau kaki kurang sedap. Kondisi kaki yang baru biasanya muncul karena menjadi sarang bakteri yang datang ketika keringat terlalu sering keluar ditambah kondisi lembap.
Jika dibiarkan, kakimu bisa memiliki lubang kecil di area telapak yang lama kelamaan bisa membesar. Jamur pun bisa tumbuh di sela-sela jari dan menyebabkan bau kaki yang lebih menyengat.
Untuk mengatasi bau kaki tak sedap bisa dengan membersihkan organ tubuh kamu itu menggunakan sabun serta menyikatnya sekali sehari saat mandi.

Foto: Shutterstock
Pastikan kakimu benar-benar kering hingga ke sela jari. Gunakan handuk yang berbeda untuk area kaki agar lebih bersih.
Jangan lupa potong kuku kaki dan bersihkan sela-sela kuku untuk mencegah sarang bakteri maupun jamur. Gunakan juga kaos kaki yang mampu menyerap keringat. Jika beraktivitas cukup lama, ganti kaos kaki minimal sekali sehari. Terutama, jika berkeringat.
Bila perlu, gantilah sepatu sekali sehari jika beraktivitas cukup lama di luar ruangan. Hindari pemakaian sepatu yang terlalu sempit agar kakimu tidak mudah berkeringat atau lecet. Kamu bisa mencoba menggunakan bedak anti jamur, bedak biasa, atau deodoran untuk mencegah bau kaki. Selamat mencoba!
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya