Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kebiasaan Sepele Tentang Kunci Motor Bisa Membuat Kendaraanmu Rusak. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pernahkah kamu mematikan mesin sepeda motor sebelum kendaraanmu benar-benar berhenti? Kalau pernah, Sahabat Dream harus meninggalkan kebiasaan ini. Sebab, bisa berakibat fatal.
Dikutip dari Federal Oil, Rabu 27 Februari 2019, beberapa kasus mesin rusak karena kebiasaan ini. Misalnya, mematikan mesin ketika kendaraan sedang melaju pada putaran tinggi.
Biasanya dengan dalih terburu-buru, pengguna motor sering mematikan mesin meski masih melaju. Padahal, kebiasaan sepele tersebut justru membuat masalah pada motor mereka.
Hal ini membuat mesin tidak mendapatkan aliran oli karena mesin mati, sementara di dalamnya masih berputar. Efeknya bisa membuat mesin menjadi aus dan yang lebih parah lagi adalah rusak pada dinding silinder.
Lebih baik kamu mematikan mesin motor ketika kendaraan sudah berhenti dan putaran mesin tidak sedang tinggi.
Dream – Tak jarang ditemui rem motor berdecit dengan suara yang membuat telinga sakit.
Apalagi ketika musim hujan datang, rem motor paling rentan dengan suara berdecit yang bisa mengganggu pengendaranya.
Dikutip dari Federal Oil, Minggu 17 Februari 2019, rem sepeda motor ini merupakan perangkat yang penting dan memiliki peran vital untuk menjaga keselamatan dan keamanan selama berkendara.
Banyak pemilik motor tak tahu penyebab timbulnya decitan pada rem. Mereka lebih memilih untuk membiarkannya.
Padahal, hal tersebut cukup membahayakan pengendara. Rem motor juga harus segera diperbaiki. Berikut ini adalah faktor penyebab kampas rem berbunyi dan cara mengatasinya:
1. Kampas Rem Kotor
Debu dan kotoran dapat masuk kedalam kampas rem. Pada saat melintasi jalan berdebu dan berpasir itulah, perlahan-lahan kotoran menempel pada bagian kampas rem.
Apabila ingin dilakukan pengerjaan sendiri, bukalah bagian kampas rem yang berbunyi tersebut dan bersihkan dengan amplas.
Gosoklah hanya dengan perlahan saja dan jangan gosok terlalu lama karena akan membuat kampas semakin tipis. Bawalah bengkel terdekat jika pengerjaan sendiri dirasa sulit.

2. Kampas Rem Tipis
Gesekan logam kampas rem dengan disc brake atau piringannya menimbulkan suara decitan. Hal itu diakibatkan sering menunda mengganti kampas rem yang sudah tipis oleh pengendara.
Membeli kampas rem baru karena kampas rem yang sudah tipis tidak dapat bertahan lama. Semakin lama tidak diganti semakin besar peluang terjadinya kecelakaan.
3. Kampas Rem Terkontaminasi
Ada beberapa segelintir pengendara yang meyakini bahwa dengan memakai oli dan minyak atau sejenisnya akan membuat remnya pakem.
Cara ini sbebenarnya mengakibatkan kampas rem gosong dan semakin berbahaya bagi pengendaranya.
Sebaiknya ganti kampas dengan yang baru. Selain menghilangkan suara decitan, penggantian kampas dapat juga menghilangkan kesan jelek karena kampas rem terlihat gosong.
4. Kampas Rem Selip
Untuk penyebab ini diakibatkan pengendaranya yang selalu menekan tuas rem secara terus menerus. material kampas kopling menjadi keras sehingga rem kurang pakem dan berbunyi.
Gantilah kampas dengan yang baru dan perlu diketahui untuk pengendara beri jarak bebas pada tuas rem dengan standar 10-20 ml.
5. Piringan/Disc Brake Sudah Tipis dan Tidak Rata
Piringan tidak rata diakibatkan pernah kehabisan kampas rem atau pemakaian dalam rentan waktu yang cukup lama. Kamu bisa menggantinya dengan piringan yang baru.
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya