Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ibu Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagai orangtua, ayah dan bunda tentu memiliki tanggung jawab untuk mendorong anak Anda mengembangkan kecerdasannya. Ini berarti, bukan hanya kecerdasan akademis tapi juga kecerdasan emosi.
Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan dengan tepat dan juga menghormati perasaan orang lain. Keterampilan dan kecerdasan tersebut merupakan hal yang wajib dipelajari anak-anak di usia berapapun.
" Sayangnya, banyak orangtua lebih cenderung menitikberatkan kecerdasan akademis saja pada anak-anaknya, padahal kecerdasan emosi sangat dibutuhkan anak kelak hingga mereka dewasa," ujar Amy Morin, seorang terapis anak seperti dikutip dari Verywell.
Selama beberapa dekade terakhir, menurut Morin, penelitian telah menemukan kecerdasan emosional berkaitan erat dengan kecerdasan intelektual. Salah satunya adalah, kecerdasan emosi (EQ/ emotional quotient) berkaitan erat dengan kecerdasan intelektual (IQ/ intelligence quotient).
" Sebuah penelitian menunjukan nak-anak dengan tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi, menunjukan hasil yang baik pada tes standar. Mereka juga cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi," ungkap Morin.
Memiliki kecerdasan emosi juga membantu anak-anak mengelola konflik dan mengembangkan hubungan yang lebih dalam. Orang dewasa dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi juga dilaporkan memiliki hubungan yang lebih baik dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.
" Kecerdasan emosi saat kecil juga dikaitkan dengan kesuksesan yang lebih tinggi saat dewasa," ujar Morin.
Sebuah studi 19 tahun yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health menemukan bahwa keterampilan sosial dan emosional anak di taman kanak-kanak dapat memprediksi kesuksesan seumur hidup. Anak-anak yang dapat berbagi, bekerja sama, dan mengikuti arahan pada usia 5 tahun lebih mungkin memperoleh gelar sarjana dan mulai bekerja penuh waktu pada usia 25 tahun.
" Kabar baiknya adalah, semua anak memiliki kemampuan untuk belajar keterampilan kecerdasan emosional. Mereka hanya butuh orang dewasa untuk mengajari mereka bagaimana caranya," ungkap Morin.
Bagaimana caranya?
© Dream
Langkah pertama adalah ajarkan anak mengenali emosinya, sebutkan saja perasaan yang sedang dialami. Misalnya, sedih, marah, kecewa, bahagia, malu, sakit.
Biarkan anak mengekspresikannya. Setelah itu ajarkan bagaimana cara mengekspresikan emosinya dengan baik.
Contohnya, ia boleh menangis karena kesal atau kecewa, tapi tidak melempari barang, berguling atau melukai orang di sekitarnya.
Kondisi tersebut akan dimengerti anak jika dicontohkan orangtuanya. Jadi jangan lupa untuk menunjukkan emosi dengan cara yang positif di depan anak.
" Hal yang tak kalah penting adalah mengajarkannya empati, lagi-lagi harus dicontohkan. Melihat ada orang yang membawa banyak barang, berikan bantuan. Saat anak sedih dan butuh ditenangkan, berikan pelukan. Mencontohkan adalah cara paling efektif untuk mengajarkan empati," jelas Morin.
Jangan lupa untuk selalu mencontohkan pada si kecil, Sahabat Dream!
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?