Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Penggunaan plastik harus diakui masih sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Meski membutuhkan perjuangan berat, upaya untuk mengurangi pemakaian plastik yang sampahnya sulit terurai itu sudah mulai dilakukan sejumlah pihak.
Plastik sampai saat ini masih banyak digunakan pelaku bisnis Food and Beverage (FnB) untuk membungkus makanan atau minuman merekaa. Plastik sekali pakai dianggap lebih praktis untuk mengemas produk yang mereka jual buat proses take away hingga delivery order.
Para pemilik coffee shop juga masih banyak yang menggunakan plastik sebagai wadah minuman mereka.
Kesadaran dan upaya mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik saat ini muncul dari pengelola coffee shop asal Jakarta yang berlokasi di Bandung, Work Coffee Indonesia. Kedai ini merancang kampanye ‘#LessWasteMoreCoffee’ dalam menjalankan usahanya.

Kampanye ini bertujuan mengajak para konsumennya untuk lebih peduli pada lingkungan sekitarnya.
Ada beberapa kampanye yang gencar diserukan Work Coffee, salah satunya adalah tidak memberikan kemasan plastik untuk para konsumennya ketika memesan minum atau makanan.
Maka dari itu, sajian Work Coffe Indonesia ini tidak tersedia di layanan ojek online karena kemasannya tidak bisa dibawa pulang.
‘0% Plastic’ menjadi slogan yang terpampang jelas di kedai Work Coffee yang ada di Bandung, tidak hanya itu namun juga terdapat dengan jelas di logo dalam media sosial mereka.
Redaksi Dream berkesempatan untuk berbincang-bincang sore hari bersama Brand Manager Work Coffee Indonesia, Regi Suryo, dalam Live Ngobras Dream pada Rabu, 31 Maret 2021.
Dalam obrolan santai kami, Regi menceritakan visi yang ia miliki, serupa dengan yang digencarkan oleh Work Coffee Indonesia.
Sahabat Dream kepo nggak sih sama obrolan kami dan Regi? Yuk langsung tonton siaran ulangnya di IGTV Dreamcoid!
View this post on Instagram
Dream - Menghabiskan waktu #dirumahaja bukan berarti nggak bisa produktif, lho, Sahabat Dream.
Punya banyak waktu di rumah rupanya dapat menghasilkan sesuatu bahkan menguntungkan. Belum lagi para masyarakat yang punya hobi menguntungkan.
Misalnya memasak, kamu bisa menjual hasil olahan tersebut lewat media sosial dengan mengikuti tren yang tengah diminati.
Jaeda Annisa adalah salah satu hijaber Indonesia yang mengambil kesempatan berjualan selama #dirumahaja. Perempuan yang baru saja menyelesaikan kuliahnya pada masa pandemi diketahui menyukai masak sejak kecil.
Ia pun tak ragu menjual cookies hasil olahannya lewat media sosial.

Di #NgobrasDream Senin, 22 Februari 2021 kemarin, ia bercerita bahwa awal ia berjualan ketika dirinya menjalani masa magang di suatu kantor sebelum pandemi.
Tanpa disangka, ternyata banyak yang menyukai cookies buatannya, sejak itu ia mulai berjualan cookies dan beberapa makanan lainnya yang ia jajakan di laman Instagram @_OnlySundays.
Seperti dengan latar belakang pendidikannya yaitu periklanan kreatif, kini ia terapkan ilmu yang ia dapatkan semasa kuliahnya dalam bisnis cookies.
Mau tahu cerita tentang bisnis cookies ala Jaeda Annisa? Yuk tonton siaran ulangnya di IGTV DREAMCOID.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan