Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ilustrasi
Dream - Anak-anak yang kehilangan ayah mereka, baik bercerai, meninggal atau pergi meninggalkan, sangat berisiko mengalami stres luar biasa. Hal ini ternyata berdampak langsung pada kondisi fisiknya.
Penelitian yang dilakukan tim dari Princeton University, Amerika Serikat mengungkap hal tersebut. Stres karena kehilangan ayah dapat mengubah struktur seluler anak, memperpendek
tutup pelindung pada ujung kromosom yang dikenal sebagai telomer dan berpotensi meningkatkan risiko bagi munculnya penyakit kronis.
" Stres telah lama dikaitkan dengan telomer yang lebih pendek. Sangat masuk akal ditemukannya hubungan bahwa anak-anak yang mengalami pemendekan telomer akibat stres sangat mungkin berisiko mengalami masalah kesehatan di masa depannya, meski banyak faktor lain yang berperan," ujar Daniel Notterman dari Princeton University, seperti dikutip dari Fatherly.
Telomer adalah sistem biologis yang rumit. Satu sisi, tampak mencerminkan penuaan sel dan berfungsi sebagai barometer kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ukurannya yang lebih
pendek bisa menunjukkan bahwa sel-sel mendekati kematian.
Beberapa penelitian telah menghubungkan telomer pendek dengan penyakit kardiovaskular dan kanker. Di sisi lain, tidak jelas apakah telomere adalah penyebab penuaan dan penyakit, atau
hanya gejala lain.
" Rasa kehilangan dan berkabung yang mengarah ke depresi mendalam tak boleh dibiarkan begitu saja. Bisa berkonsultasi atau mencari cara lain untuk menguranginya. Temuan ini berdampak cukup besar pada aspek kesehatan sosial, di mana kondisi psikologis berperan sangat besar dalam menentukan kesehatan fisik seseorang," ujar Daniel.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram