Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Anak-anak Sekolah Dasar (Foto: Merdeka.com/ Arie Basuki)
Dream - Kejadian teror dan pemboman di Surabaya, Sidoarjo sampai membuat kondisi keamanan daerah tersebut tidak stabil. Terkait hal ini, pihak Dinas Pendidikan Surabaya membuat keputusan mendadak.
Sekolah-sekolah di Surabaya dan sekitarnya diliburkan. Para orangtua juga diminta mengawasi lebih intensif anak-anaknya. Tetap belajar di rumah dengan pendampingan.
Imbauan tersebut diumumkan di sekolah-sekolah dan Instagram resmi Kementerian Pendidikan.
" Bagi peserta didik jenjang PAUD-SMP, kegiatan belajar-mengajar untuk besok (Senin, 14 Mei 2018) dilaksanakan di rumah. Mohon orang tua dapat memantau aktivitas anak-anaknya yang tidak bersekolah besok..Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengeluarkan kebijakan belajar-mengajar di rumah besok untuk satuan pendidikan jenjang PAUD-SMP, dan bukan untuk SMA/SMK karena jenjang SMA/SMK berada di bawah wewenang/tata kelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bukan Pemerintah Kota Surabaya. Mohon dimengerti."
Terkait suasana Surabaya pasca pemboman, sampai saat ini masih dalam pengawasan ketat pihak Kepolisian. Untuk orangtua diminta lebih waspada dengan situasi di sekitar.
Lalu bagaimana jika anak bertanya soal terorisme dan kasus pemboman tersebut?
Justru ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskan soal terorisme pada anak. Untuk anak usia 7 tahun ke atas mungkin mereka sudah mendengar dan mengetahui kejadian mengerikan tersebut dari pemberitaan di televisi. Dikutip dari Kemdikbud, sebaiknya, jangan biarkan anak-anak menonton televisi terutama soal berita bom sendirian.
Dampingi dan berikan penjelasan terkait hal yang terjadi. Jika anak mengungkapkan emosinya seperti sedih dan takut, ungkapkan hal itu merupakan wajar tapi sebaiknya juga lebih waspada dan saling menjaga.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?