Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Konferensi Pers IIHLEC 2016 (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Berbagai cara terus diupayakan Kementerian Pariwisata dalam mendorong pencapaian target kunjungan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus. Salah satunya berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dan Halal Lifestyle Centre yang akan menyelenggarakan Indonesia International Halal Lifestyle Expo and Conference (IIHLEC) 2016.
Acara yang baru pertama kali digelar ini, rencananya akan berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan pada 6-8 Oktober mendatang. Ketua Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar berharap nantinya acara ini dapat diagendakan menjadi acara tahunan, dan rutin diselenggarakan setiap Oktober.
" Target kita untuk tahun 2017-2018, sekarang untuk kick-off dulu. Kita pilih tempat di Ciputra biarpun sedikit yang penting kelihatan high end," terang Sapta di konferensi pers yang digelar di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, kemarin.
Lebih jauh Sapta menekankan, IIHLEC merupakan pembuktian bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, mampu menjadi produsen produk-produk halal. Bahkan, menurutnya acara ini nanti akan menjadi semakin menarik karena branding halal telah menjadi gaya hidup untuk kalangan masyarakat global.
" Ternyata bisnis halal sudah merubah neraca perdagangan global. Sangat signifikan, dan halal sudah jadi lifestyle bahkan sudah ada halal apps," terangnya menambahkan.
Acara yang akan berlangsung selama tiga hari ini bakal menampilkan 10 sektor yang menjadi bagian dari gaya hidup halal. Diantaranya yaitu makanan, pariwisata, fesyen, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran, serta seni dan budaya.
" Yang paling besar dampaknya food sejauh ini sudah mencapai 1,8 triliun. Lalu pariwisata kita yang sudah terima sekitar 4-6 juta kunjungan wisatawan, kosmetik juga besar dan fesyen sudah mulai maju," tutup mantan Wakil Menteri Pariwisata tersebut.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari