BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku (Foto: Burukab.go.id)
Dream - Derap pariwisata di Provinsi Maluku mulai berbenah. Langkah positif ini diapresiasi sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata yang akan membantu mempromosikan destinasi dan budayanya.
Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara menyayangkan minimnya promosi pariwisata di Ambon, terutama Pulau Buru yang memiliki potensi besar menarik kunjungan wisatawan.
" Kalau tidak kenal maka tak sayang, minimal branding agar orang tahu apa yang dikeluarkan dan djual Pulau Buru jadi mereka melihat," saran Ukus saat membuka Festival Pesona Bupolo 2016 di Kementerian Pariwisata, Rabu, 28 September 2016.
Menurut Ukus, dalam pengembangan pariwisata sebuah daerah harus fokus terhadap tiga hal. Dimana atraksi merupakan hal yang paling penting untuk ditonjolkan. Kemudian harus didukung pula oleh kesiapan sarana dan prasarana yang memadai.
" Jangan lupa dikembangkan homestay yang mendorong perekonomian masyarakat. Kesejahteraan. Dimitrakan dengan hotel yang sudah ada," imbuhnya.
Selain itu, Ukus juga menyoroti pentingnya kebersihan toilet. Sehingga wisatawan akan terkesan dengan daerah yang dikunjunginya. Bahkan menurutnya, di tempat wisata tertentu harus ada VVIP toilet yang dijaga kebersihannya.
" Serta menjadi tuan rumah yang baik. Masyarakat diajak bicara, tunjukan karakter yang toleran dan siap menerima tamu. Nuansa dibangun dengan tata krama bahasa yang indah dan ramah," ujarnya melengkapi.
Wakil Bupati Buru, Juhana Soedrajat menyampaikan, sejauh ini Buru sudah memiliki 20-30 hotel dan baru tersedia satu homestay. Sedangkan untuk masalah transportasi, lebih banyak wisatawan yang datang menempuh perjalanan dengan menumpang kapal Pelni.
" Pesawat sudah ada Airfast dua kali seminggu yaitu Senin sama Rabu dengan jadwal keberangkatan jam 2 siang dan kapasitasnya 17 orang. Tapi kalau kapal feri 8 jam dan kapal cepat 5 jam," tutup Juhana.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan