BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Shafira Aplikasikan Sulam Dan Bordir Menjadi Busana Modern
Dream - Mendengar bordir dan sulam, pasti yang terbayangkan adalah pakaian adat atau busana untuk kondangan. Tapi image bordir dan sulam tak selamanya seperti itu.
Jika kamu melihat koleksi Shafira di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 pekan lalu, pasti beda. Brand busana Muslim premium ini menghadirkan kain etnik khas Tanah Minang sebagai busana yang berkelas.
Kekayaan budaya Bukittinggi dirangkum dalam tema 'Bungo Nagari' yang kemudian diolah menjadi busana ready to wear deluxe.

Tak hanya memakai bordir dan dan sulam, Shafira berhasil merangkai kemewahan swarovski menjadi motif songket pucuk rebung. Sehingga menambah kesan mewah pada beberapa look dari 45 busana yang ditampilkan.
" Pada tahun 2017 ini, kami juga tampil lebih young karena ingin membidik mahmud (mamah muda)," ungkap pendiri dan pemilik Shafira, Feny Mustafa, di Jakarta Convension Center, beberapa saat lalu.

Sedangkan untuk cutting, tetap mempertahankan gaya berbusana yang ringan dalam potongan longgar dan klasik tanpa meninggalkan kesan feminin yang modern. Seperti misalnya potongan baju kurung yang dimodifikasi menjadi blus dengan detail lengan yang lebih menarik.
Serta bordir-bordir yang biasanya diaplikasikan untuk mukena diaplikasikan dalam bentuk rok bergaya aristrokasi dalam siluet A-line yang menawan. Atau palazzo yang terlihat sangat elegan dengan taburan aplikasi bordir bungo nagari.
" Sedangkan untuk motifnya kami pilih sulam bayang dan sulam suji yang memang belum populer selama ini," imbuhnya.

Pengaplikasian bordir, swarovski, dan tabrak warna-warna mencolok seperti pink, mustard, dan coral, menjadi perpaduan yang apik. Serta menjadi sebuah pilihan baru bagi mereka yang ingin mengekplorasi berbagai pilihan gaya yang elegan.
Tak hanya itu saja, warsa nusantara diolah secara kreatif membentuk ragam busana pria yang menarik. Dalam 15 article yang ditampilkan terdapat kemeja, baju koko dan jaket, yang diberi aksen kain trdisional. Namun tetap terlihat muda dan modern dengan perpaduan celana kotak-kotak yang unik.

Kali ini Shafira dinilai berhasil membawa keunikan kain-kain tradisonal menjadi busana berkelas internasional. Tanpa meninggalkan filosofi, ciri khas dan pakem busana Muslim itu sendiri. Sehingga menjadi penutup yang manis di panggung IFW 2017 hari ketiga dan mendapat standing ovation dari beberapa penonton yang hadir.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
