Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Mengalami Masalah Kulit. (Source: Shutterstock)
Dream - PCOS atau Polycystic Ovarian Syndrome merupakan kondisi kesehatan yang beberapa tahun belakangan ini mencuri perhatian sebagian wanita. PCOS mempengaruhi berbagai kondisi kesehatan wanita, seperti siklus menstruasi kurang lancar, perubahan warna kulit, hingga menyebabkan munculnya kista.
Semakin banyak bermunculan kasus PCOS, banyak perempuan mulai mencari tahu seputar sindrom tersebut agar bisa mencegah dan mengobatinya dengan cara tepat. Untungnya, beberapa gejala PCOS bisa terlihat secara kasat mata sehingga kamu pun bisa mengenalinya dengan mudah.
Beberapa gejala ketidakseimbangan hormonal dan PCOS diungkapkan melalui Youtube Shorts kanal Doctorly yang dipandu oleh Dermatologis, Muneeb Shah.

Biasanya, kerontokan disebabkan oleh kondisi kulit kepala atau batang rambut yang rapuh. Padahal, sebenarnya terdapat banyak hal yang bisa menyebabkan rambut rontok di atas jumlah normalnya, yaitu 100-150 helai.
Kamu harus berkonsultasi pada dermatologis ketika mengalami kerontokan untuk mengetahui penyebab utama dan cara paling tepat untuk mengatasinya.

Hiperpigmentasi tidak hanya terjadi pada wajah. Bagian tubuh lainnya juga bisa mengalami hal serupa. Terutama, di area lipatan seperti leher.
Potensi terjadinya hiperpigmentasi di belakang leher akan semakin besar jika mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Pasalnya dalam kondisi tersebut, kulit lehermu akan terlipat dan menyebabkan hiperpigmentasi.
Melalui beberapa sumber, pengidap PCOS sendiri cenderung lebih berpotensi untuk mengalami kenaikan berat badan dan lebih sulit untuk membuat tubuh kembali ke kondisi ideal.
Hal ini disebabkan oleh kondisi pasien PCOS yang rentan mengalami retensi insulin. Sehingga, potensi mengalami diabetes dan obesitas pun lebih tinggi.

Gangguan pada hormon merupakan penyebab umum munculnya jerawat. Bahkan, hal ini juga sering terjadi pada wanita yang tidak mengidap PCOS. Jadi, tak heran jika pasien PCOS kerap mengalami jerawat atau beruntusan.

Jika permukaan kulit wajah atau tubuhmu tumbuh banyak bulu, mungkin kondisi tersebut disebabkan oleh PCOS. Meski tidak berbahaya, sebaiknya periksakan pada dermatologis. Terutama, jika kamu juga mengalami gejala lainnya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari