Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi
Dream - Kemampuan anak dalam membaca tentu tak bisa disamakan. Tapi ketika usianya memasuki 7 tahun dan ia masih suli sekali membaca, menulis atau bahkan melafalkan huruf, ini tak boleh dibiarkan. Bisa jadi si kecil mengalami disleksia.
Disleksia sendiri, seperti dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, merupakan kelainan neurobiologis. Anak disleksia memiliki perbedaan dalam memproses informasi dalam hal ini berupa informasi bahasa, seperti bagaimana mengambil informasi (input), bagaimana mereka memahami informasi tersebut, mengingatnya, dan mengaturnya dalam pikiran mereka (cognitive processing) sehingga menghasilkan tanggapan (response), serta bagaimana mereka menyampaikan tanggapan tersebut (output).
" Disleksia dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, etnis dan status sosial dan ekonomi. Riwayat keluarga dengan disleksia terutama bila terjadi pada orangtuanya merupakan faktur risiko signifikan bagi seorang anak menyandang disleksia. Jika salah satu dari orang tua menyandang disleksia maka terdapat probabilitas 40% akan diturunkan pada anaknya," ungkap dr. Trully Kusumawardhani, Sp.A dari IDAI.org.
Pada usia prasekolah anak disleksia akan menemui hambatan berbicara dan berbahasa. Mereka sulit mengenali dan membedakan kata–kata yang memiliki persamaan bunyi dan melafalkan kata – kata tersebut seperti kata “ pesawat” menjadi “ sepawat” . Mereka juga bingung dalam membedakan beberapa bunyi huruf dan bentuk huruf misanya “ b” dengan “ p” atau “ m” dengan “ n" .
Saat anak memasuki usia sekolah mulai muncul kesulitan dalam kemampuan membaca dan menulis. Mereka sulit mengenali dan membaca kata–kata baru atau yang belum pernah dikenalinya sehingga lambat dalam kemampuan membaca. Hal ini akan menyebabkan anak tampak menemui kesulitan menyelesaikan tugas dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan serta sulit mempelajari bahasa asing.
Anak juga mengalami kendala dalam berkomunikasi karena memiliki perbendaharaan kata yang terbatas sehingga tampak tidak lancar berbicara dan terkadang menggunakan kata – kata yang tidak tepat. Meskipun demikian, tidak semua anak dengan disleksia memiliki semua tanda atau ciri tersebut. Karena disleksia memiliki memiliki gradasi dari yang ringan sampai berat. Informasi selengkapnya bisa dilihat di sini.
Sumber: IDAI
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari