Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengalami Penipisan Rambut. (Source: Shutterstock)
Dream - Mungkin, kamu pernah mengalami kerontokan atau penipisan rambut. Bahkan pada beberapa orang, kerontokan yang dialami bisa berujung pada kebotakan permanen.
Hal tersebut bisa terjadi pada wanita maupun lelaki di berbagai rentang usia. Maka dari itu, tidak heran jika sebagian orang mengalami kebotakan sebagian meski berusia muda.
Penyebab penipisan atau kebotakan sendiri bisa beragam pada setiap orang. Menurut Ahli Bedah Plastik Restorasi Rambut, Nilam Permatasari, terkadang, penyebab kebotakan atau penipisan rambut sulit untuk dihindari.

Foto: Shutterstock
" Penipisan atau kebotakan itu multifaktor. Bisa disebabkan oleh pengaruh genetik. Ini merupakan salah satu faktor yang nggak bisa diubah," ujarnya dalam pelucuran robot transplantasi rambut pertama di Indonesia di The Clinic Beautylosophy, Jakarta Selatan, Senin 6 Juni 2022.
Faktor lainnya adalah gaya hidup, seperti kebiasaan pergi ke salon atau menjalani pola makan maupun tidur yang kurang teratur.
" Kalau di salon pakai hairdryer, hair spray, produk yang mengandung bahan kimia dan belum tentu cocok di kulit kepala. Sehingga, mempengaruhi pertumbuhan rambut" .
Selanjutnya, pertumbuhan rambut juga dipengaruhi oleh faktor hormonal. Hal ini kerap terjadi pada wanita. Terutama, pada wanita yang baru melahirkan.
" Banyak wanita yang setelah melahirkan, rambutnya menipis. Jadi, harus datang ke hair expert untuk mencegah dan mengatasi penipisannya," tutur Nilam.
Selain faktor yang telah disebutkan, penipisan juga bisa disebabkan oleh kondisi tertentu seperti jenis autoimun alopecia areata. Biasanya, kebotakan yang disebabkan oleh kondisi tersebut terlihat seperti berpola.
Namun, kamu harus berkonsultasi pada dokter terlebih dulu untuk memastikan penyebab penipisan atau kebotakan rambut.

Foto: Shutterstock
Pada kondisi tertentu, kamu juga memerlukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengidentifikasi kondisi serta keberadaan folikel maupun akar rambut.
Jika kerontokan rambut yang dialami masih cukup ringan dan folikel maupun akarnya sehat, mungkin kamu bisa mengonsumsi makanan seperti kedelai atau bahan dengan kandungan omega-3 untuk menunjang pertumbuhannya.
Namun jika penyebabnya merupakan faktor hormonal, kamu bisa disarankan untuk menjalani terapi hormon. Sayangnya, terapi hormon sendiri bisa berakibat pada aktivitas seksual. Terutama, pada lelaki.
Untungnya kini, tersedia perawatan yang mampu mengatasi kerontokan akibat faktor hormonal tanpa mempengaruhi aktivitas seksual. Sedangkan jika penipisan disebabkan oleh kondisi autoimun alopecia areata, biasanya diatasi dengan suntik injeksi kortikosteroid yang bisa memberikan dampak positif 2-3 bulan.
Pada kasus kebotakan yang dialami secara genetik atau memiliki kondisi kulit kepala tidak berfolikel maupun berakar, kemungkinan besar akan diatasi dengan transplantasi rambut.

Foto: Cynthia Amanda Male
Transplantasi rambut sendiri bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Namun, perawatannya tidak begitu sakit. Efektivitasnya sendiri bergantung pada kondisi setiap orang serta teknik perawatan yang dilakukan.
Kini, kamu bisa mengatasi kebotakan dan melakukan transplantasi rambut dengan hasil yang lebih natural, efektif, tidak sakit, aman, serta waktu lebih singkat. Hal tersebut bisa kamu dapatkan dengan melakukan robotic hair transplant yang artinya perawatan itu dilakukan bersama tim dokter serta robot.

Foto: Cynthia Amanda Male
Pemakaian robot sendiri ditujukan untuk membuat penanaman serta pemilihan 'donor' rambut lebih akurat, rapi, natural, serta aman untuk pasien.
Tentunya, perawatan tersebut tetap dipantau oleh tim dokter yang memastikan pemilihan rambut benar-benar berkualitas serta hasilnya sesuai keinginan pasien.
Perawatan yang sepenuhnya menggunakan robot hanya bisa dilakukan pada rambut kepala. Sementara penanaman rambut pada alis, janggut, atau bulu dada hanya bisa ditanam secara manual. Namun, pemilihan rambutnya tetap dilakukan menggunakan robot. Tertarik untuk mencobanya?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya