Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Popcorn (Shutterstock)
Dream - Nonton film rasanya kurang lengkap tanpa mengemil makanan popcorn yang berbahan utama jagung. Namun sadarkah Sahabat Dream jika kita terkadang tidak bisa berhenti makan popcorn saat nonton film?
Ternyata ada lho penjelasan ilmian mengapa popcorn selalu jadi pelengkap ketika asyik menonton film di bioskop. Hal ini punya kaitan erat dalam sisi sejarah perkembangan teater di Amerika.
Sebelum terkenal di bioskop, popcorn memang sudah diketahui banyak orang sebagai kudapan malam pada akhir tahun 1800-an. Seorang pengusaha asal Chicago bernama Charles Cretors merupakan orang yang membuat mesin popcorn pertama di dunia.
Walaupun alat ini sudah hadir, tak berarti popcorn langsung mudah diterima banyak masyarakat untuk dibawa ke bioskop.
Melansir World of Buzz, kehadiran popcorn mudah didapatkan dengan harga yang merakyat, sehingga banyak orang dari berbagai kalangan mampu membelinya.
Depresi besar di AS merupakan masa terpuruknya perekonomian AS dan berimbas pada seluruh masyarakat di sana. Karena masa itu terbilang sulit bagi semua orang, menonton film merupakan hiburan yang murah.
Tak sedikit orang menonton film pada masa itu sebagai bentuk penghiburan dan pelarian dari kenyataan keras depresi hebat.
Lakunya film bioskop serta penjualan popcorn yang bisa dibeli sebelum masuk ke bisokop ternyata bisa jadi solusi ampuh untuk menghibur banyak orang. Oleh karena itu, camilan popcorn diperbolehkan masuk ke dalam bioskop.
Saat itu hargan popcorn hanya 5 hingga 10 sen per kantongnya, terutama setelah penemuan pembuat popcorn oleh Charles Cretor pada tahun 1890-an.
Selain harganya yang tidak mahal, ada beberapa penelitian yang menjelaskan mengapa kita tidak bisa berhenti makan popcorn. Stuart Hanson, seorang sejarawan film di De Montfort University di Leicester bahkan sampai membandingkannya dengan Narkoba
" Salah satu lelucon besar dalam industri ini adalah bahwa popcorn adalah yang kedua setelah kokain atau heroin dalam hal mencari keuntungan."
Popcorn terdiri dari bahan kimia aroma yang sangat kuat seperti 6-asetil-2,3,4,5-tetrahidropiridin dan 2-asetil-1-pyrroline yang digunakan oleh industri makanan untuk membuat aroma makanan menjadi lebih menarik.
(Sah, Sumber: Worldofbuzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam