Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi Anak Terjatuh
Dream - Pergerakan anak-anak yang sangat aktif membuat mereka berisiko mengalami cedera kepala. Saat berlari, lompat-lompat atau bermain dengan teman-temannya, si kecil bisa terjatuh dan kepalanya terbentur benda keras. Risiko cedera kepala juga tinggi pada anak balita.
" Sebelum usia 4 tahun, anak belum memiliki kontrol kepala dan leher yang baik, koordinasinya pun belum sempurna," kata Kevin Walter, M.D., dokter di Children's Hospital of Wisconsin, AS.
Efek benturan di kepala bisa beragam. Dari yang paling ringan berupa luka gores, kemerahan dan bengkak hingga yaitu gegar otak. Untuk itu, Ayah Bunda harus ketahui keluhan yang mungkin muncul dan langkah penting menghadapi anak yang mengalami cedera kepala.
Sakit kepala, merasa pusing, mual, dan bingung adalah gejala yang mungkin muncul saat anak mengalami benturan di kepala. Pada anak di bawah 2 tahun, jika benturan cukup parah mereka akan lebih sering menangis, sulit untuk dibujuk, dan sulit tidur.
Lalu kapan harus segera membawa anak ke rumah sakit? Menurut Walter jika benturan sangat keras hingga membuat anak kehilangan kesadaran, jangan ditunda lagi, harus segera dibawa ke UGD. Meskipun setelah si anak segera sadar. Begitu juga ketika setelah benturan anak muntah cukup banyak atau mengalami kejang.
" Pemeriksaan lebih detail harus segera dilakukan, jika muntah tak berhenti, kejang atau hilang kesadaran. Bisa jadi anak mengalami gegar otak parah," ujar Walter.
(Sah/Sumber: Parenting)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari