Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Anak Remaja (Foto: Shutterstock)
Dream - Memiliki anak remaja yang pintar di sekolah, dengan capaian akademik sangat baik pastinya akan sangat membanggakan orangtua. Namun ada hal lain yang juga harus dimilikinya untuk menjadi pribadi yang matang dan sukses, yaitu keterampilan hidup.
Bagi anak-anak remaja, mereka harus bersiap menjadi pribadi yang lebih dewasa. Aspek-aspek kemandirian juga harus diterus diasah oleh orangtua. Rasa hati pasti ingin selalu menolong dan
membantu anak dalam keadaan apapun. Tapi kenyataan tak bisa demikian.
" Mengajarkan keterampilan hidup seringkali dilupakan oleh orangtua dengan alasan tak mau anak mengalami kesusahan. Tetapi ketika keadaan jadi sangat berbeda dan anak tak punya
keterampilan yang mumpuni, justru akan sangat merugikannya," ujar Lana Williams, seorang psikolog.
Ada beberapa keterampilan hidup yang sebaiknya sudah dikuasai anak-anak ketika beranjak remaja. Hal ini demi kemandiriaan dan pengembangan mentalnya.
- Mencuci pakaian
Untuk yang satu ini wajib hukumny, terutama mencuci pakaian dalam sendiri. Tak selamanya anak-anak berada di rumah dan selalu ada yang melayani. Dengan belajar mencuci baju dan
pakaian dalamnya sendiri mereka berarti sudah bisa bertanggung jawab akan kebutuhan dan kebersihannya sendiri.
- Memasak
Tak perlu bisa memasak makanan dengan menu rumit. Minimal anak remaja Anda di rumah sudah bisa memasak nasi dan menggoreng telor. Sangat menyedihkan jika melihat anak remaja
tak mengerti apa yang harus dilakukan jika tak ada makanan matang di dapur sementara tak ada uang untuk membeli makanan matang. Persediaan yang ada hanya berupa bahan mentah.
- Mengatur uang/ perencanaan
Sumber 'pemasukan' anak tentu adalah uang jajan dari orangtua. Selama ini Anda mungkin memberinya secara harian atau mungkin mingguan. Cobalah untuk memberinya secara bulanan. Minta anak mengaturnya dengan baik. Cukup atau tidak, dana untuk jajan mereka hanya dari situ.
Jika ingin membeli sesuatu yang bukan kebutuhan, latih anak untuk menyisihkan uang jajannya. Jika uang sudah habis di depan, jangan langsung memberikannya lagi. Biarkan anak menerima konsekuensi, misalnya dengan membawa bekal atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar mendapat upah.
- Aman sendirian di rumah
Ada saatnya orangtua sibuk harus mengurus banyak hal. Meninggalkan anak di rumah sendirian sudah bisa dilakukan jika dirasa anak sudah cukup bertanggung jawab. Tentunya untuk menjaga keamanan dan kebersihan rumah, serta tak melakukan hal buruk saat rumah kosong.
Sumber: Momjunction
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari