7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Twitter/@Ali_Kourani)
Dream - Pemandangan yang tidak biasa menyambut pengunjung di sebuah restoran shawarma di kamp pengungsi Jabaliya di Gaza. Tampak sebuah poster menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan bendera Korea Utara dan sebuah bendera Palestina. Di dalamnya tertulis penawaran khusus: diskon 80 persen untuk pelanggan Korea Utara.
Meskipun tidak ada orang Korea Utara di Gaza, isyarat tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan rasa syukur kepada negara tersebut karena telah mengecam keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

" Kami berterima kasih (Kim) atas kata-kata ini," ujar Rami Raba, salah satu pemilik restoran, kepada Newsweek. Dia menjelaskan bahwa poster itu memiliki makna simbolis, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ada seseorang yang cukup kuat untuk berdiri dan mengatakan " tidak" kepada Amerika Serikat.
Keputusan Trump, yang diumumkan pada 6 Desember, mengabaikan saran dari sekutu AS seperti Prancis dan telah merusak upaya negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina.
Keputusan tersebut pun disambut dengan unjuk rasa keras dari para pemimpin Muslim dan memicu bentrokan antara Palestina dan pasukan keamanan Israel di Gaza dan Tepi Barat, seperti yang dilaporkan Reuters.
© Dream
Bagi Raba, keputusan Trump telah menghina warga Palestina. " Kami mencari martabat, bukan untuk uang; itu sebabnya kami memasang iklan ini," katanya.
Kementerian Luar Negeri Korea Utara menambahkan suara-suara penghukuman, memanggil Trump sebagai " dotard" yang telah menunjukkan " warna asli AS" - negara yang mengabaikan pendapat masyarakat internasional.
" Kami, dari gagasan eksternal kita tentang kemerdekaan, perdamaian dan persahabatan, mengutuk aksi AS saat ini dan menyatakan dukungan dan solidaritas kami kepada orang-orang Palestina dan orang-orang Arab lainnya karena alasan mereka untuk mendapatkan kembali hak-hak mereka yang sah," ujar juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, dikutip Kantor Berita KCNA.
Korea Utara memiliki sejarah panjang hubungan hangat dengan pemerintah Palestina, menjadi tuan rumah salah satu misi diplomatik mereka di Pyongyang dan bertukar pesan pada acara-acara resmi.
" (Kim) bukan seorang Muslim, Kristen atau Arab, dia bahkan tidak berada di Timur Tengah, tapi dia mendukung kami," kata Raba.
(Sumber: newsweek.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?