Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Gomuslim.co.id)
Dream - Kisah pasangan suami istri (pasutri) asal Indonesia ini sangat menginspirasi lho. Mereka bersepeda keliling dunia demi membawa pesan damai Islam.
Adalah pasangan Hakam Mabruri (35 tahun) dan Rofingatul Islamiah (35 tahun). Keduanya memutuskan untuk berpetualang ke berbagai negara dengan mengayuh sepeda tandem. Tujuannya untuk menyampaikan pesan damai tentang Islam kepada dunia.
Dikutip dari gomuslim.co.id, pasangan suami istri tersebut saat ini sudah berada di Mesir. Mereka memulai perjalanan dari Malang, Jawa Timur pada 17 Desember 2016 silam.
Waktu yang ditempuh untuk mengayuh sepeda sekitar 304 hari atau 10 bulan sampai akhirnya mereka melewati perbatasan Yordania dan tiba di Mesir pada Selasa, 17 Oktober 2017 lalu.

Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzi saat menyambut pasangan suami istri inspiratif itu mengatakan, perjalanan keduanya dalam rangka membawa misi Islam sebagai Rahmatan Lil'Alamin dan rencananya akan diakhiri dengan ibadah umroh di Mekah sebelum akhirnya kembali ke tanah air.
" Kegiatan seperti ini sangat positif dengan membawa nama Indonesia sebagai salah bentuk diplomasi yang dapat dilakukan oleh warga Indonesia. KBRI Kairo akan memberikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan selama Hakam Mabruri dan istri berada di Mesir," ujarnya seperti dilansir dari publikasi KBRI Kairo.
Bagi Hakam Mabruri, perjalanan kali ini merupakan yang pertama kalinya mengajak sang istri, setelah sebelumnya melakukan beberapa petualangan dengan sepeda seorang diri. Sedangkan bagi Rofingatul Islamiah perjalanan ini sebagai bentuk pengabdiannya mendampingi suami, sekaligus guna memperkuat sikap tawakal mereka sebagai keluarga kepada Allah SWT.

Hakam Mabruri dan istri menuturkan kendala terbesar yang mereka hadapi selama perjalanan adalah perbedaan bahasa sebagai media komunikasi dengan penduduk lokal, khususnya pada saat melewati kota-kota kecil yang masyarakatnya jarang bisa berbahasa Inggris. Apalagi Hakam Mabruri mengaku kemampuan Bahasa Inggrisnya yang terbatas dengan istilah '50–50'.
" Meski ada kendala bahasa, masalah itu dapat diatasi dengan 'bahasa hati'. Saya yakin semua manusia punya perasaan dan hati untuk mengerti semuanya," ujar Hakam Mabruri.
Dengan berbekal bahasa hati dan Bahasa Inggris yang terbatas itu, Hakam Mabruri dan istri diterima dengan baik oleh banyak penduduk lokal yang ditemuinya selama perjalanan. Mereka menerima banyak bantuan selama perjalanan dari penduduk lokal baik dalam bentuk penginapan gratis maupun makanan.
(Sumber: gomuslim.co.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya