Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
(Foto: Youtube/Arab News)
Dream - Dulu ini adalah salah satu pasar paling dinamis di Kota Aleppo, Suriah. Namun hari ini, jalan-jalan Khan Al-Harir yang dibom adalah rumah bagi sebuah toko yang menjual taplak meja.
Toko milik Mohammad Shawash itu berdiri di tengah lautan jalan beton dan puing-puing yang hancur. Pria berusia 62 tahun dengan jenggot putih dan kacamata hitam itu memutuskan untuk kembali ke souk (pasar) bersejarah tersebut sejak lima bulan lalu dan membuka kembali tokonya yang telah ia kelola selama bertahun-tahun.
" Saya menangis saat pertama kali kembali. Saya menemukan kehancuran total di sekitarku. Toko-toko hancur, jalanan ditutupi puing-puing dan bebatuan, dan bangunannya roboh," katanya kepada AFP.
" Jadi saya memperbaiki sendiri, untuk membuktikan kepada seluruh dunia bahwa kota tua Aleppo masih memiliki jiwa."
Khan Al-Harir atau Silk Market, terletak di kota tua Aleppo yang terkenal dan merupakan sebuah situs warisan dunia UNESCO.
Pasar bersejarah ini merupakan yang terbesar di dunia, dengan sekitar 4.000 toko dan 40 karavan di labirin gang yang menjual segala barang mulai dari peralatan rumah hingga produk kesenian.
Selama 4 tahun, kota tua berada di garis depan pertempuran antara pasukan pemerintah di barat kota dan pemberontak di timur. Namun sebuah serangan besar yang didukung Rusia membuat tentara Suriah merebut kembali wilayah tersebut, dan pada bulan Desember 2016 lalu pemerintah menyatakan kembali bahwa wilayah itu seluruhnya berada di bawah kendali mereka.
Sejak itu, sebagian besar toko tutup akibat hancur karena pertempuran. Tapi sebagian dibuka kembali bulan lalu. Pemilik toko perlahan mulai kembali untuk membenahi kerusakan yang terjadi.
© Dream
Shawash, penduduk asli Khan Al-Harir, adalah salah satu dari mereka yang memutuskan untuk kembali.
" Saya dibesarkan di sini dan saya membuka tokonya dari jam 07.00 pagi sampai larut malam. Saya kenal semua orang di sekitar saya," katanya.
" Jalan-jalan penuh dengan orang yang lewat, warung, restoran, dan orang-orang yang menjual pakaian, karpet serta perabotan. Tapi sekarang tidak ada siapa-siapa."
Ketika dia kembali awal tahun ini untuk memeriksa tokonya, Shawash mendapati tembok tokonya runtuh, barangnya hilang dan terbakar serta jalanan kosong.
" Ini bukan hanya tentang kehilangan uang atau modal. Saya kehilangan tetangga saya, saya kehilangan teman-teman saya, saya kehilangan diri saya sendiri."
Selama seminggu, Shawash menumpuk bata, semen, dan batu di gerobak kecil lalu memperbaiki tokonya sendirian.
" Saya benar-benar kelelahan karena jalanannya sempit dan ada bekas puing dimana-mana, yang berarti mobil tidak bisa melewatinya," katanya.
Sejak itu, dia pun memulai ritual hariannya. Meletakkan taplak meja dan tikar plastik warna-warni untuk dipajang. Shawash kemudian duduk di kursi plastik dan menunggu pelanggan sembari memegang tasbih di tangan. Namun berjam-jam tak ada satu pun pembeli yang datang. Jadi, dia mengemasi barangnya, mengunci pintu toko, lalu pulang ke rumah.
" Aleppo adalah simbol peradaban," katanya. " Saya bangga menjadi orang pertama yang membuka kembali toko saya di souk ini, tapi saya berharap kehidupan kembali ke pasar ini."
(Sumber: arabnews.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan