Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Ilustrasi Daging (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak menjadi perhatian besar menjelang perayaan Idul Adha 1443 H. Meski dipastikan hanya menyerang sesama hean, masyarakat masih cemas ketika tanpa disadari mengonsumsi daging kurban yang kesehatannya diragukan.
Pertanyaan sebagian masyarakat saat ini mungkin hampir sama. Aapakah daging yang pernah terjangkit virus PMK aman dikonsumsi?
Manajer DD Farm Yogyakarta, Satya Jati memastikan mengonsumsi daging hewan ternak yang terjangkit PMK aman. Dia beralasan virus Aphtovirus Famili Picornaviridae yang memicu PMK pada hewan ternak tidak akan menular kepada manusia.
Satya mengimbau jika hewan terindikasi PMK, sebaiknya dipotong dan kemudian langsung diolah agar tak menular ke hewan lainnya.
“ Kalau sudah diolah tidak akan menular ke manusia. Tapi kalau belum diolah bisa menularkan ke hewan lain,” jawab Satya Jati saat ditemui di peternakan DD Farm Yogyakarta, di Sentolo, Kulonprogo pada Kamis, 30 Juni 2022.
Dokter hewan sekaligus dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) Institut Pertanian Bogor (IPB), Denny Widaya Lukman juga mengungkapkan hal yang kurang lebih terkait keamanan mengnsumsi daging hewan ternak yang terindikasi PMK.
Mengutip Liputan6.com, bahwa wabah PMK bukan masalah kesehatan masyarakat dan bukan pula keamanan pangan.
Alasan dari pendapat itu lantaran virus PMK sebenarnya sangat mudah untuk dimatikan. Kondisi ini membuat produk olahan dari olahan daging sapi, seperti burger, steak, kornet dan sebagainya aman dikonsumsi.
Produk yang diolah juga telah melewati proses pemanasan dalam waktu yang lama dan virus PMK dapat dikatakan telah berada dalam mode inactive.
" Virus PMK itu mudah sekali dimatikan atau inaktivasi dengan pemanasan 70 derajat celsius selama 30 menit, itu virus sudah inactive. Kalau makanan itu memiliki pH dibawah enam atau diatas sembilan, maka virus itu juga inactive," ujar Denny dalam IPB Podcast bertema Mengenal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak.
Pendapat serupa juga dikatakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto yang menegaskan, PMK pada hewan yang kini tengah merebak di beberapa daerah di Jawa Tengah dan beberapa provinsi lainnya tidak menular ke manusia atau zoonosis.
“ Perlu saya tegaskan kembali bahwasannya virus PMK tidak menular ke manusia atau bukan termasuk zoonosis. Jadi warga tidak perlu takut, hanya bagi peternak perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Joko Budi Nuryanto, dikutip dari laman jatengprov.go.id.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?