Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wajah Buatan Hasil AI Milik IBM (Foto: IBM)
Dream - Perusahaan teknologi, IBM membuat kontroversi di dunia maya. IBM mengunggah kecerdasan buatan atau Artifical Intelligent (AI), yang mampu membuat wajah seseorang. Alat itu menggunakan basis data foto di laman Flickr.
Dilaporkan CNet, AI yang dibuat IBM mampu mengenali wajah di jutaan foto. Foto-foto tersebut memiliki lisensi Creative Commons (CC), tidak dilindungi hak cipta.
Meski gratis, lisensi CC melarang penggunaan komersial. Tapi, langkah ini justru menuai kontroversi.
Salah satu orang yang mengkritik penggunaan foto gratis yakni eksekutif perusahaan hubungan masyarakat SharpOrange, Greg Peverill-Conti.
" Tidak seorang pun orang yang saya potret akan menyangka gambar mereka digunakan dengan cara seperti ini," kata Greg, dikutip dari CNet, Rabu, 13 Maret 2019.
Lebih dari 700 foto Greg ada di koleksi, dan beberapa fotografer kesulitan membuat IBM menghapus foto mereka.
Tim hukum IBM telah turun tangan untuk membereskan masalah ini. IBM menyebut data AI tersebut ditawarkan hanya untuk riset akademis.
AI yang dinamai Diversity in Faces itu disebut hanya mengkreasikan wajah banyak orang berdasarkan kriteria usia, kecocokan wajah individu, dan geometris.
" Kami menghargai privasi individu dengan sangat serius dan telah sangat berhati-hati untuk mematuhi prinsip-prinsip itu," kata juru bicara IBM, Saswato Das dalam sebuah pernyataan.
" IBM telah berkomitmen untuk membangun teknologi yang bertanggung jawab, adil, dan terpercaya selama lebih dari satu abad dan meyakini bahwa sangat penting untuk mengupayakan keadilan dan akurasi dalam pengenalan wajah," ujar dia menambahkan.
Organisasi Creative Commons, organisasi nirlaba yang mengawasi lisensi, tidak mengomentari teknologi yang dikembangkan IBM.
Tapi, Kepala Eksekutif Organisasi Creative Commons, Ryan Merkley hanya mempermasalahkan sistem pengenalan wajah yang dikembangkan IBM.
" Alat kami dibuat untuk menyelesaikan hak cipta, dan mereka melakukannya dengan baik. Tapi, hak cipta bukan kasus untuk mengatasi privasi, atau etika penelitian, atau pengawasan AI," ujar Merkley.
Sementara itu, Pemimpin Flickr, Kepala Eksekutif SmugMug, Don MacAskill, mengunggah cuitan di Twitter, Selasa 12 Maret 2019.
Dia menyebut, IBM mengambil foto sebelum SmugMug mengakuisisi situs berbagi Flickr. Dia membela jenis penggunaan AI IBM dan mematuhi prinsip-prinsip Creative Commons. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya