Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ibu Menyusui (Foto: Shutterstock)
Dream - Nafsu makan biasanya sangat dipengaruhi kondisi psikis dan hormon. Bagi ibu menyusui, hormon kerap kali tidak stabil. Efeknya, nafsu makan jadi sangat berkurang.
Padahal, ibu harus terus menyusui bayi yang hanya mendapatkan asupan gizi dari air susu ibu (ASI). Lalu bagaimana dengan kualitas ASI jika ibu hanya sedikit mengonsumsi makanan.
Rupanya, ibu menyusui yang hanya makan sedikit tak membuat komposisi Air Susu Ibu (ASI) berubah. Kualitas ASI tetap sama yakni mengandung DHA (asam lemak omega-3), gangliosida (lemak dan karbohidrat), probiotik (karbohidrat, mineral, vitamin), zat besi, dan kalsium.
Tak cuma itu, ASI juga mengandung senyawa imunitas untuk meningkatkan kekebalan bayi. Bayi pun tak gampang sakit.
" ASI yang diproduksi dan komposisi ASI tidak akan berubah. Apakah ibu makan sedikit atau banyak, tidak mengurangi komposisi ASI," ungkap dokter spesialis anak konsultan, Ariani Dewi Widodo beberapa waktu lalu.
Bila ibu hanya mengonsumsi sedikit makanan yang akan terkena pengaruh adalah tubuhnya sendiri. Ibu jadi tidak fit dan musah sakit. Hal ini nantinya bisa berdampak buruk pada produksi ASI.
" Asupan makan kurang, ibu akan kekurangan zat gizi. Untuk produksi ASI, zat besi dan kalsium diambil dari tubuh ibu. Ini demi tubuh memberikan ASI sempurna untuk bayi," kata Ariani.
Selama menyusui, ibu harus menjaga badan tetap fit, terutama perbanyak makan buah dan sayur. Pastikan juga ibu menyusui tidak kekurangan kekurangan zat besi.
" Bila kekurangan zat besi, ibu bisa anemia dan badan lemah. Kalsium di tubuh ibu bisa kurang. Untuk memproduksi ASI, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang ibu," ujar dokter yang berpraktik di RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta ini.
Laporan Fitri Haryanti/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam