Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Sebanyak 60 perempuan muda berprestasi Indonesia berhasil mendapatkan beasiswa dari program Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021.
Mereka yang terpilih disebut adik bintang, karena memiliki tekad kuat untuk mencapai mimpi.
Imelda Scherers, Senior Brand Manager Glow & Lovely, percaya bisnis yang berkelanjutan harus menjadi solusi bagi masyarakat. Dengan begitu, Unilever mengajak masyarakat terutama perempuan untuk memiliki kulit wajah glowing sekaligus masa depan cerah.
Sudah seharusnya perempuan didukung untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi.
Sejalan dengan misi Glow & Lovely yang tidak hanya menghadirkan kulit glowing, tapi memberikan dukungan nyata untuk mencerahkan pendidikan Indonesia. Melalui program Glow & Lovely Bintang Beasiswa yang sudah ada sejak 2017 lalu, setidaknya 50 adik bintang telah lulus dengan rata-rata IPK di atas 3,5.
Program ini memang ditujukan untuk mendukung perempuan dalam melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Langkah serupa perlu diambil, pasalnya ada 132 juta perempuan di Indonesia yang terpaksa tidak sekolah akibat persoalan ekonomi. Bahkan, 50 persennya hanya menempuh bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau SMA (Sekolah Menengah Atas) saja.
Beberapa tantangan dan hambatan lainnya yaitu kemiskinan, kekerasan, ekosistem sekolah yang buruk, kondisi keluarga, dan beban pekerjaan rumah jadi urgensi yang besar bagi perempuan dalam mencapai pendidikan.

“ Pendidikan itu manfaatnya besar dan berpengaruh mengubah pola pikir perempuan,” kata Novi Poespita Chandra, Psikolog, Peneliti, Dosen Universitas Gajah Mada, dan Co-Founder ‘Gerakan Sekolah Menyenangkan’, pada Konferensi Media, Jumat, 27 Agustus 2021.
Novi menjelaskan bahwa perempuan yang memperoleh pendidikan hingga perguruan tinggi akan memiliki hidup sehat secara fisik maupun mental.
“ Semakin tinggi dan berkualitas pendidikannya, maka level kesejahteraannya akan semakin baik,” lanjutanya.
Dari 16 ribu pendaftar beasiswa bintang, hanya 60 orang yang berhasil lolos. Proses penyaringan meliputi seleksi aplikasi online dan essay, seperti seleksi video, online interview, serta online home visit.
Penyortiran terpaksa dilakukan secara daring dengan menyesuaikan situasi dan kondisi pandemi.
Meski demikian, antusias para calon peserta tak padam begitu saja. Mereka berasal dari 14 provinsi yang telah dijangkau, dan tiga provinsi tambahan yaitu Aceh, Riau, dan Lampung.
Di konferensi pers ini, salah satu adik bintang asal Gresik, Jawa Timur, bernama Andina Fitriyah Salsahbilah menjadi perwakilan adik bintang yang mendapatkan beasiswa.

Andina lahir di keluarga yang sederhana, ayahnya seorang kuli bangunan dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Namun, Andina terus belajar karena ingin membanggakan kedua orang tuanya.
Dirinya aktif dalam kegiatan organisasi dan dipilih menjadi Ketua Osis SMA.
Bahkan Andina sangat menyukai pelajaran kimia, hingga dirinya berhasil mendapatkan medali perak di olimpiade tingkat nasional.
Andina ingin membuktikan kepada teman-teman sebaya, bahwa kendala yang dimiliki tidak dapat menghalanginya mengejar mimpi.
“ Tantangan belajar di masa pandemi semakin besar, karena kita harus bisa mengaplikasikan teknologi seperti handphone dan laptop yang mungkin sebelumnya jarang disentuh. Belum lagi kendala sinyal, saya rela berlari kesana-kemari untuk mencari sinyal yang baik,” katanya.
Andina bercerita kepada seluruh rekan media yang hadir, bahwa ia bermimpi menjadi dosen kimia agar pendidikan Indonesia semakin berkembang.
Umaroh, ibu Andina meyakini anaknya dapat mencapai cita-cita, meski ekonomi keluarganya mengalami keterbatasan.
“ Dia (Andina) tiap hari belajar, makanya bisa mendapatkan berbagai prestasi. Dia juga rela membagi waktunya, menjadi guru les adik-adik SD untuk membeli kuota,” kata Umroh.
Umroh berharap Andina dapat lulus kuliah dengan nilai yang terbaik, semangat belajar dan mengejar cita-citanya, serta sukses dan mengangkat derajat orang tuanya
Selain mendapatkan beasiswa, Andina dan 59 adik bintang lainnya juga mendapatkan pendampingan.
Yudi Anwar, Executive Director Hoshizora Foundation, menjelaskan pendampingan berupa pembangunan karakter, berpikir kritis, dan persiapan berkarir lewat situs berkarir cerah yang dapat diakses secara gratis untuk mengikuti kelas yang disediakan.
Tahun ini, adik bintang diberikan fasilitas laptop untuk mempermudah proses belajar.
“ Kunci sukses itu memiliki support system yang baik, adik bintang akan memiliki pendamping yaitu kakak bintang yang sudah lulus,” kata Yudi.
Novi juga ikut memberikan berbagai tips sukses dan mental sehat selama studi, yakni kenali diri sendiri dan berani bermimpi, batasi diri dari pikiran negatif, bersyukur dengan apa yang dimiliki, fokus dengan pengembangan diri, percaya dengan kemampuan yang dimiliki, serta tidak takut gagal karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
“ Untuk sesama adik bintang, semangat terus dan pantang menyerah. Walaupun kita dari keluarga sederhana, tidak menjadi halangan dan hambatan untuk terus maju. Ketika ada kemauan pasti ada jalan,” tutup Andina mewakili 59 adik bintang yang menginspirasi lainnya.
Laporan: Angela Irena Mihardja
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?