Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi
Dream - Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya tidak melakukan perlawanan saat di-bully. Tapi jika anak tidak mempersiapkan diri atau tidak sadar dengan sekelilingnya, mungkin saja ia bisa dijadikan target.
Kebanyakan orang berpikir tentang pertahanan diri adalah menyerang balik. Padahal sebenarnya bukan itu. Tapi sadar pada sekeliling, mendengarkan suara hati, serta selalu percaya diri.
Coba siapkan buah hati jadi pribadi yang berani melawan bully dengan cara berikut.
Gunakan bahasa tubuh dengan percaya diri
Salah satu cara menghindari bullying adalah menjadi seseorang yang memiliki harga diri dan percaya diri. Ajari anak untuk selalu berbicara dengan jelas, melakukan kontak mata, dan bisa
menganalisis keadaan sekelilingnya dengan baik.
Percaya insting
Ajarkan anak untuk sadar akan sekelilingnya. Merasa 'awas' dengan sekelilingnya tidak hanya menjaga anak dari aksi bully, tapi juga keterampilan penting untuk kehidupannya nanti saat
dewasa.
Gunakan suara yang kencang
Jika anak berpotensi sebagai korban bully, ajarkan mereka dengan menggunakan suara yang percaya diri dan tegas karena biasanya para bully mencari target yang mudah 'ditekan'. Suara
yang percaya diri mampu membuat para pelaku mundur.
Cari jalan keluar
Terkadang anak-anak mungkin terjebak dalam situasi di mana mereka tidak bisa kabur atau menghindar. Beritahu anak kalau ia harus terus mencari jalan keluar dan ketika
kesempatannya tiba, harus mencari bantuan. Bisa guru atau teman lain dan melaporkannya pada Anda. Ingatkan pada mereka kalau ini bukan berarti kalau mereka lemah.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Very Well
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari