Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Tiga platform milik miliarder Mark Zuckerberg, Facebook, WhatsApp dan Instagram tak bisa dikases secara bersamaan pada Senin malam, 4 Oktober 2021. Dengan pengguna mencapai miliaran user, kendala ini membuat warganet menumpahkan keluhan mereka melalui Twitter.
Setelah hampir enam jam berlalu, akhirnya Facebook kembali mengumumkan jika platfrom mereka sudah dapat diakses kembali.
" Kepada komunitas besar orang dan bisnis di seluruh dunia yang bergantung pada kami: kami minta maaf. Kami telah bekerja keras untuk memulihkan akses ke aplikasi dan layanan kami dan dengan senang hati melaporkan bahwa mereka telah kembali online sekarang. Terima kasih telah mendukung kami," kata Facebook.

Meski hal ini bukan yang pertama kali terjadi, namun tumbangkan tiga platform tersebut menjadi yang paling parah.
" Ini merupakan pemadaman terparah Facebook sejak tumbangnya layanan pada 2019 silam. Insiden membuat situs Facebook offline selama lebih dari 24 jam," kata The Verge dalam laporannya, dikutip dari Liputan6.com
Hal ini juga dirasakan oleh seluruh pengguna di seluruh dunia. Mulai dari negara di Eropa, Amerika Latin, Amerika Utara dan Asia.
Sebelumnya, pada Maret 2021 hal yang sama juga pernah terjadi. Dimana Facebook, WhatsApp dan Instagram down secara bersamaan. Bahkan layanan Messenger juga mengalami kejadian serupa.
Saat itu, layanan Facebook tidak bisa di-refresh dan mengunggah pos. Namun, masalah tersebut hanya terjadi di sejumlah negara di Eropa, Autralia, Asia, Afrika dan Asia Tenggara.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya