AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
(Foto: Ramadan Runaway 2019/ Dina Nazhifah-Dream.co.id)
Dream - Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri telah berlalu, namun animo muslimah mencari busana muslim tetap tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya pengunjung di gelaran Ramadan Runaway 2019 yang berakhir kemarin, Sabtu, 21 Juni 2018.
Ramadan Runway 2019 merupakan sebuah platform penggerak industri fashion muslim Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta.
Acara yang digelar di Kota Kasablanka sejak 5 juni 2018 lalu, diikuti oleh lebih dari 70 fashion brand. Para desainer yang terpilih, akan menjadi referensi utama tren busana muslim Indonesia pada setahun mendatang.
Rudy Chandra, Ketua APPMI DKI Jakarta mengungkapkan acara tersebut merupakan bagian dari perjalanan Indonesia menuju kiblat fashion muslim dunia tahun 2020 ini. Desainer kawakan ini mengaku puas, karena mendapat banyak respon positif dari para desainer dan pecinta fashion muslim.
" Terbukti selama tiga minggu diselenggarakan, adanya semangat dari para desainer dalam memberikan koleksi terbaik. Juga, ramainya saat Midnight Sale dan kompetisi Modest Fashion Project 2018," ujar Rudy saat closing ceremony Ramadan Runway 2019 di Kota Kasablanka, Minggu 24 Juni 2018.

Pada tahun keenam ini, Ramadan Runway 2019 menghadirkan berbagai koleksi desain simpel, ringan, dan dapat digunakan di segala occasion.
" Tiap koleksi menggunakan bahan seperti cotton silk, sifon, organdi, dan moss crepe. Warnanya pun dipilih yang basic dan natural," tambahnya.
Tak hanya kesan modern, tiap koleksi pun menggabungkan unsur tradisional. Hal ini menjadi tantangan bagi para desainer untuk mengikuti arus tren mode, namun tetap memberikan sentuhan tradisional tanpa menghilangkan ciri khas brand.
Sejumlah desainer yang berpatisipasi dalam acara ini diprediksi akan mendapat perhatian lebih. " Seperti Ariy Arka, Nita Seno Adjie, dan Dana Duryatna memiliki kreativitas tinggi yang kelak harus diantisipasi para fashionista muslim," kata Rudy.
(Laporan: Dina Nazhifah)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli