Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Salah Satu Stasiun Di Tokyo Yang Terlihat Lengang (Liputan6.com/Dini Nurilah)
Dream - Virus corona benar-benar meningkatkan aspek kewaspadaan. Virus tersebut juga membuat aktivitas manusia terganggu.
Banyak orang takut keluar rumah agar tidak tertular virus ini. Alhasil, aktivitas suatu daerah menjadi begitu sepi.
Demikian halnya dengan Tokyo, Jepang. Kota yang terkenal sibuk ini kini terlihat lengang akibat banyaknya orang membatasi aktivitas di luar rumah.
Situasi yang terjadi sebenarnya tidak terlalu berbeda antara sebelum dan sesudah kasus infeksi Covid-19 masuk ke Jepang. Orang tetap berlalu lalang dengan cepat namun mengenakan masker.
Suasana sepi baru terlihat di stasiun kereta. Tak begitu banyak orang terlihat di peron menunggu kereta.
Padahal, stasiun selalu ramai ketika suasana normal. Peron pun cukup padat diisi penumpang yang akan naik kereta.
" Kan memang sekolah diliburkan, perkuliahan juga, dan beberapa temapt wisata ditutup, tapi untuk bekerja tidak semua kantor menginstruksikan remote or work from home," kata pemandu sekaligus penterjemah, Didik Lutfi.
Belakangan memang banyak terlihat orang memakai masker di Tokyo. Tetapi, barang tersebut saat ini ternyata susah didapat.
Hal ini dibenarkan oleh Senior Assistant Manager Southeast Asian Section Overseas Promotion Department, Majed Komiyama. Dia mengatakan hari-hari ini masker jadi barang langka di Tokyo.
" Jika dicari sekarang, sangat sulit. Bisa dikatakan tidak ada lagi masker. Di mart sekitar stasiun? Tidak akan ditemukan satu pun," kata Majed.
Memang dalam beberapa bulan belakangan, tingkat kewaspadaan di Tokyo ditingkatkan. Hand sanitizer bahkan mudah sekali ditemukan di sejumlah ruang publik dan tempat wisata.
Seperti di Hotel Tagawa yang berlokasi di Prefektur Nagano. Pengelola hotel menyediakan hand sanitizer di tiap sudut yang mudah dijangkau.
Di dekatnya diletakkan petunjuk penggunaan. Tetapi, orang asing tetap bisa mengerti karena tidak hanya memuat tulisan namun juga gambar untuk menerangkan cara penggunaan hand sanitizer.
Sumber: Liputan6.com/Dini Nurilah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya