Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Konferensi Pers Persiapan Acara 'Food Explorer Dan Frankfurt Book Fair 2016' (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Pemerintah semakin serius menggenjot dunia pariwisata melalui kuliner. Bahkan beberapa kementerian sepakat untuk mengejar target dapat melampaui kesuksesan makanan Vietnam dan Thailand yang tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin Ramly menegaskan hal itu. Menurutnya, Indonesia punya peluang besar lantaran memiliki kekayaan makanan tradisional yang tersebar di 34 provinsi.
" Kenapa kalah sama Vietnam dan Thailand, padahal segala macam makanan tradisional yang enak ada di Indonesia. Setelah ditelisik ternyata Thailand didukung raja dan pemerintahannya langsung," terang Nadjamuddin yang dijumpai di Almon Zucchini, Jakarta Selatan, Rabu, 21 September 2016.
Ternyata selama ini, Bangkok rutin mengekspor hingga berton-ton bahan baku makanan mereka ke seluruh dunia, sehingga tak heran jika makanan mereka tersebar dimana-mana.
Tak ingin ketinggalan, maka Presiden Joko Widodo mulai menunjukkan keseriusannya untuk menggarap bidang kuliner sebagai sarana diplomasi. Hal itu terbukti dari langkah nyata dalam menggandeng Kemenpar, Bekraf dan Kemendikbud dalam mengejar ketertinggalan itu.
" Kuliner menjadi diplomasi efektif karena orang bisa makan dan merasakan sendiri jadi bisa melanjutkan diplomasi bisik-bisik," lanjutnya menambahkan.
Ke depan, Nadjamuddin Ramly berharap agar acara semacam 'Food Explorer' yang terselenggara bersamaan dengan ajang Frankurt Book Fair di Jerman dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendidikan.
" Di Belanda ada restoran Padang tapi belum fokus pengelolaannya. Berbeda dengan di Australia yang makanan kita digemarin orang, malah antre. Begitu pula makanan Padang yang dibuka di Melbourne malah antre. Di Spanyol, Madrid kalau malam antre sampai 200 meter," ujarnya bangga.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari