Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Lewat Kuliner, Pemerintah Siap Lakukan Diplomasi 'Bisik-bisik'

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 22 September 2016 13:21
Lewat Kuliner, Pemerintah Siap Lakukan Diplomasi 'Bisik-bisik'
Presiden Joko Widodo mulai menunjukkan keseriusannya untuk menggarap bidang kuliner sebagai sarana diplomasi.

Dream - Pemerintah semakin serius menggenjot dunia pariwisata melalui kuliner. Bahkan beberapa kementerian sepakat untuk mengejar target dapat melampaui kesuksesan makanan Vietnam dan Thailand yang tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin Ramly menegaskan hal itu. Menurutnya, Indonesia punya peluang besar lantaran memiliki kekayaan makanan tradisional yang tersebar di 34 provinsi.

" Kenapa kalah sama Vietnam dan Thailand, padahal segala macam makanan tradisional yang enak ada di Indonesia. Setelah ditelisik ternyata Thailand didukung raja dan pemerintahannya langsung," terang Nadjamuddin yang dijumpai di Almon Zucchini, Jakarta Selatan, Rabu, 21 September 2016.

Ternyata selama ini, Bangkok rutin mengekspor hingga berton-ton bahan baku makanan mereka ke seluruh dunia, sehingga tak heran jika makanan mereka tersebar dimana-mana.

Tak ingin ketinggalan, maka Presiden Joko Widodo mulai menunjukkan keseriusannya untuk menggarap bidang kuliner sebagai sarana diplomasi. Hal itu terbukti dari langkah nyata dalam menggandeng Kemenpar, Bekraf dan Kemendikbud dalam mengejar ketertinggalan itu.

" Kuliner menjadi diplomasi efektif karena orang bisa makan dan merasakan sendiri jadi bisa melanjutkan diplomasi bisik-bisik," lanjutnya menambahkan.

Ke depan, Nadjamuddin Ramly berharap agar acara semacam 'Food Explorer' yang terselenggara bersamaan dengan ajang Frankurt Book Fair di Jerman dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendidikan.

" Di Belanda ada restoran Padang tapi belum fokus pengelolaannya. Berbeda dengan di Australia yang makanan kita digemarin orang, malah antre. Begitu pula makanan Padang yang dibuka di Melbourne malah antre. Di Spanyol, Madrid kalau malam antre sampai 200 meter," ujarnya bangga.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More