Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mandalika, NTB (Foto: Shutterstock)
Dream - Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilirik 15 investor Amerika Serikat. Destinasi yang tengah dikembangkan menjadi '10 Bali Baru' itu bahkan siap dikunjungi belasan investor tadi pada 18-19 Februari 2018.
" Para investor tadi ingin menjajaki peluang di Mandalika. Mereka melihat adanya potensi besar dari KEK ini. Rencana masuknya 15 investor AS tentu menjadi kabar gembira. Sebab, pengembangan infrastruktur di Mandalika segera selesai," ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Faozal, dikutip dari keterangan pers tertulis Kementerian Pariwisata, Jumat 2 Februari 2018.
Dari paparan Faozal, belasan investor tadi terlihat sangat serius. Semuanya terlihat sangat berhasrat untuk mengembangkan Mandalika. Cerminannya bisa dilihat dari rencana kedatangan ke Mandalika. Semua sudut akan disurvei. Dianalisa. Dan semuanya bakal dilakoni selama dua hari, 18-19 Februari nanti.
Penghubungnya pun sudah siap. Nantinya, poros Mandalika-AS dihubungkan secara diplomatik. Konsulat Ekonomi KJRI New York Winanto Adi sebagai katalisnya.
" Kepastian kunjungan sudah kami dapat. Kunjungannya cukup singkat. Namun, waktu yang ada akan kami manfaatkan sebaik mungkin. Nantinya para investor itu akan didampingi oleh Pak Winanto Adi," katanya lagi.
Mandalika memang membutuhkan suntikan dana besar. Investasi tambahan Rp2,2 triliun sampai Rp3 triliun dibutuhkan saat ini. Bahkan pada 2025 nanti nilai investasinya diperkirakan menyentuh angka Rp28,64 triliun.
" KEK Mandalika awalnya ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2014. Luas totalnya 1.175 hektar, yang digarap baru 250 hektar. Dengan potensinya begitu besar, kawasan ini akan terus tumbuh. Nilainya juga besar. Hal ini yang membuat para investor tertarik," terang Faozal lagi.
Energi besar memang dibutuhkan di Mandalika. Dengan statusnya yang masuk ke dalam '10 Bali Baru' Mandalika membutuhkan 10.000 kamar hotel. Semuanya akan dipenuhi secara bertahap. Dan target 2.000 kamar digadang-gadang bakal terpenuhi sampai 2019.
" Sampai Oktober lalu, nilai investasi masuk sudah mencapai Rp13 triliun. Nanti kami kembangkan semuanya secara bertahap. Semua disesuaikan dengan ketersediaan budget. Semakin banyak investor yang masuk, potensi aliran dana semakin besar. Artinya, proyek ini cepat selesai. Kami berterima kasih atas bantuan banyak pihak telah mencarikan Mandalika investor," tuturnya lagi.
Berbagai upaya sebelumnya dilakukan untuk menarik investor ke Mandalika. Pemerintah Indonesia bahkan sempat melobi pemerintah Qatar. Pada April tahun lalu, sebanyak 200 investor juga berkunjung ke Mandalika. Selain hotel, mereka juga melihat potensi bisnis kawasan campuran. Di kawasan ini akan dibangun rumah sakit, supermarket, dan pusat perbelanjaan lainnya.
" Proyek-proyek ini terus diupayakan. Beberapa sudah berjalan. Bahkan untuk hotel jumlahnya akan ditambah pada tahun ini," ujar Faozal.
Pada 2018 ini, terdapat 3 investor yang siap menambah jumlah kamar hotel. Mereka adalah Paramount Hotel, Mozaique Jiva One Sky Hotel, juga ClubMed Hotel. Beberapa proyek yang sedang berjalan yaitu, Royal Tulip Hotel, X2 Hotel, dan Pullman Hotel. " Kami berharap akan semakin banyak infrastruktur yang dibangun. Dengan begitu, jumlah wisatawan akan lebih banyak lagi," pungkasnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ketertarikan 15 investor asal AS tadi. Hal ini menurut Menpar, karena pariwisata Indonesia memang " seksi" .
" Pariwisata merupakan salah satu leading sector di Indonesia. Jadi tidak akan salah membantu Kemenpar dalam pengembangan pariwisata, di Mandalika. Investasi di Indonesia, terutama di pariwisata pasti bikin untung," kata Menpar Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya