Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Media Sosial Ubah Pola Asuh Orangtua, Ini Buktinya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 28 Februari 2017 08:01
Media Sosial Ubah Pola Asuh Orangtua, Ini Buktinya
Apa yang terjadi dalam rumah bisa diketahui banyak orang, bahkan yang tak dikeal sekalipun.

Dream - Media sosial tak bisa dipungkiri mengubah cara kita berkomunikasi, mendapat informasi termasuk keleluasaan untuk membagi hal-hal yang pribadi. Apa yang terjadi di rumah, dalam kamar tidur, bahkan kamar mandi bisa diketahui banyak orang, hanya dengan menginformasikannya di media sosial.

Hal tersebut tentu saja sangat mempengaruhi pola asuh orangtua, lebih tepatnya para generasi milenial atau orangtua muda yang banyak berinteraksi dan aktif di media sosial. Lalu
bagaimana media sosial mengubah gaya pola asuh?

1. Sibuk sendiri
Media sosial menghentikan otak kita sebentar. Hal yang seharusnya kita rayakan bersama anak jadi harus kita tinggalkan sejenak untuk memutuskan apakah hal ini cocok tidak sebagai
status. Akibatnya, kita jadi kehilangan momen yang spesial.

2. Membandingkan
Sebagai orangtua, Anda mungkin banyak menemui ibu-ibu yang selalu menyombongkan tentang prestasi anaknya. Seperti dia diterima di sekolah terbaik di daerahnya dan seberapa banyak bahasa yang dikuasainya. Tapi berkat sosial media, semuanya bisa dilihat dari timeline tanpa perlu keluar rumah.

Banyak orangtua yang membandingkan kesuksesan pola asuh orangtua berdasarkan apa yang mereka lihat di sosial media. Semakin banyak likes, loves, favorites, dan retweets, menjadi tolak ukur kesuksesan.

3. Overshare
Jika ada yang bertanya apakah Anda terlalu sering mengunggah infromasi pribadi dan keluarga di media, Anda mungkin akan menjawab " tidak" . Tapi jika yang ditanyakan adalah teman di
Facebook, Path, Twitter atau Instagram, bisa jadi jawabannya " iya" . Media sosial membuat orangtua menjadi terlalu sering membagi segala hal, termasuk yang sepele atau tak pantas dibagi ke publik.

4. Sombong
Hal apapun yang dibagikan di media sosial tentunya karena ingin dilihat dan agar orang bereaksi. Tanpa disadari hal ini sedikit memicu hasrat kesombongan dalam diri. Ingin menunjukkan pola asuh kita lah yang paling baik, anak sekolah di sekolah elit, prestasi suami dan sebagainya.

5. Membuat jejak digital
Dengan mengunggah foto dan video ke media sosial, Anda membuat jejak digital yang bisa dilihat siapapun dan membuka privasi keluarga. Setiap kali membagi informasi di internet, tidak akan bisa diambil lagi atau 'dibersihkan'. Semuanya bisa disimpan dan dibagikan tanpa Anda ketahui.


Laporan Gemma Fitri Purbaya


Sumber: The Spruce

Beri Komentar