Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Menangis (Shutterstock.com)
Dream - Jepang selalu saja punya inovasi dalam dunia pariwisata. Negara ini punya banyak tema wisata untuk menarik pelancong.
Terbaru, Jepang meluncurkan wisata menangis. Tema wisata ini memang terdengar aneh namun ternyata banyak manfaatnya.
Menangis ternyata bukan melulu soal kesedihan. Di Jepang, menangis bisa menjadi terapi tepat, yang disebut dengan rui-katsu.
Istilah ini yang diterjemahkan menjadi " pencarian air mata," mengacu pada sesi menangis yang dirancang untuk mengurangi stres. Serta membuat peserta berhubungan dengan emosi mereka.
Terapis menangis, Hidefumi Yoshida, memimpin lokakarya yang menguras air mata di seluruh Jepang. Dia telah menggunakan diskusi kelompok, film sedih, dan bacaan untuk memicu sentimen dari lebih dari 50 ribu orang.
Itu mungkin hanya setetes air mata di ember dibandingkan dengan jumlah isak tangis yang ditimbulkan oleh Adele selama bertahun-tahun. Tetapi angka itu cukup mengesankan untuk seorang manusia.
© Menangis (Shutterstock.com)
Sekarang Yoshida menawarkan tur jalan-jalan ke kota tepi laut Kamakura di selatan Tokyo. Mengingat pemandangan pesisir dan hutan kota, sejarah militer yang panjang, dan sejumlah kuil, seharusnya tidak ada kekurangan tempat untuk menjadi melankolis.
Menurut akun online orang pertama dari tur tersebut, Yoshida memimpin kelompok-kelompok kecil berkunjung ke situs-situs di mana anggota klan Hojo mengalami kemalangan, mendorong kontemplasi di dalam kuil Buddha, dan menceritakan kisah mengharukan tentang roh burung tengu yang dikatakan melindungi pegunungan dan hutan di kawasan itu.
Sebagai catatan, para ilmuwan dan pakar kesehatan mental memang berpikir tangisan yang baik dapat memiliki manfaat fisik dan psikologis. Khususnya untuk menenangkan perasaan dan melepaskan ketegangan.
Jika tertarik, kamu bisa daftar untuk mengikuti pelatihan dan tur mendatang di TearsTeacher.com. Bisa juga dengan mengikuti Yoshida di Facebook, dikutip dari Frommers.com.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane