7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Mi Instan. (Foto: Unsplash)
Dream - Mi instan adalah salah satu produk makanan yang sangat populer. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di sebagian besar negara lain di dunia.
Tidak hanya gurih dan mudah disiapkan, tetapi mi instan juga biasanya dijual dengan harga murah.
Ini menjadikannya salah satu pilihan makanan bagi mereka yang ingin menghemat uang, terutama anak kos yang umumnya pelajar, karyawan dan mahasiswa.
Tidak jarang, mi instan juga jadi pilihan sehari-hari untuk menu buka puasa dan sahur di bulan puasa Ramadhan.
Sebenarnya ada sebagian masyarakat yang menghindari menyantap mi instan karena dianggap mengandung MSG. Jika itu yang terjadi, maka kita perlu memasak mi instan dengan cara yang benar untuk meminimalkan efeknya.
Untuk melakukannya, mari kita baca penjelasan dokter asal Malaysia, Dr. Zubaidi Hj Ahmad, melalui akun Facebook-nya.
Dokter Zubaidi menganjurkan agar tidak terlalu sering mengonsumsi mi instan. Jadikan mi instan hanya sebagai pilihan terakhir jika tidak ada makanan lain yang tersedia.
Jika memang tidak bisa melakukannya, minimal kurangi penggunaan bubuk bumbu mi instan hingga setengahnya.
Selain itu, jangan pernah minum atau menyeruput kuah dari mi instan tersebut.
Biasanya, cara kita memasak mi instan adalah dengan memasukkan mi ke dalam panci berisi air mendidih.
Setelah itu, menambahkan bubuk bumbu dan membiarkan mi instan mendidih selama kurang lebih 3 menit. Sehingga akhirnya mi instan siap untuk dimakan.
Ini cara yang salah untuk memasak mi instan. Dengan melakukan itu, kita sebenarnya merebus bahan dalam bubuk bumbu, khususnya MSG.
Merebus mi instan dengan cara itu akan mengubah struktur molekul MSG dan menyebabkannya berubah menjadi racun.
Fakta lain tentang mi instan yang mungkin jarang diketahui oleh orang-orang adalah bahwa mi instan dibalut dengan bahan pengawet.
Pengawet makanan ini sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Begini cara benar memasak mi instan menurut dokter Zubaidi.
Mi instan adalah makanan olahan dan hindari mengonsumsi lebih dari 3 kali seminggu.
(Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?