Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber Foto: Syakirawisata.com)
Dream - Mungkin kita tidak sampai berpikir bahwa di sekitar Kabah, bangunan yang sangat dimuliakan dan disakralkan, ternyata dahulu pernah berdiri berhala-berhala yang disembah layaknya Tuhan.
Bagaimana bisa dua haluan yang saling berlawanan dikumpulkan? Bagaimana mungkin simbol kemusyrikan disandingkan dengan simbol ketauhidan? Namun, sejarah kebodohan manusia telah mencatat fakta yang memilukan tersebut.
Kabah yang menjadi titik sentral dalam ibadah Haji dan Umroh merupakan simbol ketauhidan. Bahkan semenjak dibangun. Namun pada saat itu disandingkan dengan berhala yang menjadi simbol kemusyrikan dan kekafiran.

Logika mereka dapat menjelaskan dengan kenyataan bahwa selama sejarahnya, Kabah dianggap sebagai tempat yang mulia dan penting di mata mereka. Ketika manusia jahiliyah itu menganggap berhala sebagai sesuatu yang mulia dan bahkan berhak mereka sembah, maka mereka pun kemudian meletakkan berhala-berhala itu di sekitar Kabah.
Tak jauh berbeda dengan kebiasaan para sastrawan Arab di zaman itu, yang menggantung syair pemenang kontes sastra dan syair yang diadakan setiap tahun di Pasar Ukadz. Mereka mendewa-dewakan syair itu seperti mendewakan berhala sehingga mereka pun menaruhnya di sekitar Kabah.
Seorang Arab jahiliyah yang bernama Amar bin Luhayyi membawa berhala yang diberi nama Hubal ke Kabah. Berhala Hubal ini adalah berhala yang paling besar di kalangan kafir Quraisy Mekah.

Berhala ini diletakkan di dekat Kabah, kemudian penduduk Mekah diperintahkan untuk menyembahnya. Hubal ini juga yang didengung-dengungkan oleh Abu Sufyan saat Perang Uhud, untuk membakar semangat pasukan kafir melawan pasukan Islam.
Kala itu penduduk Mekah memiliki ritual wajib yakni, siapapun yang pulang dari bepergian jauh, maka dia wajib mengitari Kabah dan menyembah berhala Hubal itu sebelum mereka pulang ke rumahnya.
Ritual mengitari Kabah dan menyembah berhala Hubal selepas pulang dari bepergian ini pada akhirnya diganti dengan ajaran Islam berupa sholat sunah sebelum bepergian maupun setelah pulang. Termasuk bagi mereka yang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW...................ulasan selengkapnya simak di sini.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan