6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Di dunia, terdapat 17 daftar negara yang tidak memiliki sungai sama sekali. Salah satunya adalah Arab Saudi. Peneliti berhasil memberikan penjelasan logis mengenai kondisi tersebut.
Di zaman kuno, manusia terbiasa minum air dari sumber alam seperti sungai. Inilah mengapa, kota tua seperti Alexandria, Amsterdam, London, Paris, Tokyo dan Hong Kong terletak di tepi sungai. Manusia saling bermingrasi untuk mencari sumber air.
Sejarahnya dimulai sekitar 5.500 tahun yang lalu, ketika Nabi Ibrahim AS diharuskan untuk meninggalkan Siti Hajar, sang istri bersama anaknya, Nabi Ismail AS di Mekkah dekat Kabah.
Mekkah merupakan area pegunungan tanpa sumber air. Allah SWT pun memberikan air zamzam kepada Siti Hajar agar dapat bertahan hidup bersama anaknya. Sumber air tersebut berupa sumur, sehingga tidak mengalir seperti sungai.
Beberapa bulan kemudian, sekelompok rombongan sedang berkelana mencari sumber air. Mereka mengikuti rombongan burung yang menuju ke Mekkah. Di sana, mereka bertemu dengan Siti Hajar dan Nabi Ismail AS.
Mereka pun meminta izin pada Siti Hajar agar dapat menetap di sana. Ketika diizinkan, mereka saling bertukar budaya. Rombongan pengelana tersebut mengajarkan bahasa Arab kepada Siti Hajar. Inilah mengapa, keluarga Nabi Ibrahim AS yang tadinya berbicara dengan bahasa Ibrani menjadi beralih ke bahasa Arab.
Bahasa Arab pada akhirnya menurun ke Rasulullah SAW. Ini adalah kehendak dari Allah SWT agar Alquran tertulis dengan bahasa Arab. Jika ada sungai di Arab Saudi, kemungkinan penghuni di wilayah-wilayah sekitarnya akan bermigrasi ke sini sehingga bisa menimbulkan dampak negatif pada kemurnian bahasa Arab.
(Sumber: lifeinsaudiarabia.net/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya