Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Istana Guedelon (Foto: Ph. C. Guerard)
Dream - Orang-orang yang hidup pada masa peradaban tempo dulu dinilai memiliki kemampuan yang luar biasa hebatnya. Hal itu dibuktikan oleh sekelompok orang yang sengaja datang jauh-jauh ke dalam sebuah hutan di Prancis.
Mereka melakukan percobaan arkeologi dan sejarah yang berbeda dari biasanya. Tim terdiri dari tukang kayu, tukang batu, pandai besi, pembuat genteng dan masih banyak profesi lainnya yang bersusah payah mencoba membangun kastil.
Mereka ingin mendirikan kastil abad pertengahan dari awal hanya dengan menggunakan alat-alat, bahan dan teknik yang tersedia di masa itu. Bangunan ini dinamakan Istana Guedelon dan selama proses konstruksi menggunakan material autentik dari abad ke-13 seperti ubin terakota.
Bebatuan yang diperoleh dari tambang, diangkut dengan kereta kuda dan diangkat ke atas dinding oleh pekerja yang berjalan pada kayu treadwheel (kayu yang bisa berjalan sendiri seperti eskalator).
Tali-tali yang digunakan untuk mengikat terbuat dari rami dan bukan semen modern. Sedangkan mortir hanya terbuat dari kapur dan pasir saja. Tak ada listrik atau alat-alat berat seperti crane di sini.
Proyek ini merupakan gagasan dari tokoh lokal, Michel Guyot, yang mulai berpikir untuk membangun Chateau de Guedelon saat ia merenovasi istana pribadinya, yang terletak sejauh 13 km. Ia bekerjasama dengan pengusaha Maryline Martine yang langsung berdiskusi dengan para arkeolog, arsitek, sejarawan seni untuk memujudkan mimpinya. Pembangunan akhirnya dimulai pada tahun 1997.
Istana dibangun dengan konstruksi empat menara yang terhubung oleh dinding tinggi. Menjadi tirai pembatas yang memisahkan halaman dalam dengan tempat tinggal. Sedangkan model konstruksi disesuaikan dengan konsep yang berkembang di tahun 1228.
Pembangunan kastil telah memasuki tahap separuh jadi. Tinggal memasang timbers atap aula besar, ruang depan, lukisan mural, dapur, gudang, ruang penjaga berkubah tulang rusuk untuk melengkapi pembangunan kastil unik ini.
Dalam beberapa tahun yang akan datang, para pekerja masih akan membangun tirai dan menara. Sementara tukang kayu akan membangun menara atap timbers. Dan kemungkinan kastil akan selesai pada dekade selanjutnya.
Eksperimen ini menjawab banyak pertanyaan yang belum terpecahkan mengenai istana abad ke-13. Pengalaman itu menjadi jalan untuk menemukan kembali teknik bangunan yang terlupa, menguji model, hipotesis dan teori konstruksi bangunan.
Sejauh ini, Guedelon telah mempekerjakan karyawan tetap sekitar 70 orang. Tapi setiap tahun, terdapat kurang lebih 600 orang memilih untuk memainkan peran aktif untuk mempelajari teknik bangunan pada situs tersebut. Situs ini juga menarik lebih dari 300.000 pengunjung setiap tahun.
(Sumber: Amusingplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya