Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Gunung Api Baru Di Jepang (amuzingplanet)
Dream - Jepang rupanya memiliki gunung api baru yang dinamai Showa-shinzan. Gunung yang terletak di kawasan Taman Nasional Shikotsu-Toya, Hokkaido ini muncul pertama kali pada 28 Desember 1943.
Dikutip dari amusingplanet, gunung ini meletus ketika Jepang melawan Sekutu dalam Perang Dunia Kedua. Gunung ini muncul saat seluruh Jepang sedang dalam tekanan.
Alhasil, banyak yang menganggap kemunculan gunung ini sebagai pertanda buruk. Bahkan pemerintah bersama masyarakat setempat sampai merahasiakan gunung muda ini.
Seorang tukang pos, Masao Mimatsu, yang tinggal di gunung itu mulai melakukan pengamatan. Dia merekam setiap tahap perkembangan gunung berapi tersebut.
Selama Jepang dilanda perang, materi ilmiah sulit didapat sehingga Mimatsu harus membuat improvisasi. Dia membuat catatan dan sketsa mengenai gunung tersebut yang kemudian menjadi satu-satunya dokumen berharga bagi para ahli geologi.
Mimatsu memasang beberapa kait horizontal di dua balok vertikal di kantor posnya. Dia mengamati pertumbuhan gunung berapi melalui tali-tali yang berfungsi sebagai garis panduan ketinggian. Mimatsu kemudian menggambar profil Showa-shinzan ketika kubah tumbuh.
Seluruh data dan sketsa karyanya dia presentasikan pada Konferensi Gunung Api Dunia di Oslo pada tahun 1948. Karya tersebut mendapat banyak pujian dari para ahli vulkanologi.
Bahkan, makalah Mimatsu disebut sebagai " Diagram Mimatsu." Atas karya tersebut, dia menerima Penghargaan Budaya Hokkaido Pertama dari Pemerintah Jepang.
Mimatsu juga membeli seluruh tanah yang menjadi lokasi gunung api itu menggunakan seluruh tabungannya. Alhasil, dia bisa mempelajari gunung api muda itu secara lebih teliti.
Pemerintah Jepang kemudian menyatakan kawasan Gunung Api Showa-shinzan sebagai monumen alam. Sesuatu yang amat sangat langka di dunia.
Mimatsu sudah lama meninggal. Pemerintah Jepang memberikan penghargaan kepada Mimatsu dengan membangun Masao Mimatsu Memorial Hall dan meletakkan patung perunggu di tempat Mimatsu berdiri untuk melakukan pengamatan.
Laporan: Erisa Riyana
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari