AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Pulau Pheasant (Foto: Zarateman/Wikimedia Commons)
Dream - Pernahkah kamu mendengar pulau Pheasant, wilayah kecil yang terletak di perbatasan Spanyol dan Prancis? Pulau ini menjadi unik karena akan berganti status kepemilikan antara kedua negara setiap enam bulan sekali. Pergantian itu terus berlangsung selama lebih dari 350 tahun.
Pulau Pheasant lebih tepatnya terletak di Hendaye, sebuah kota di sebelah barat daya Prancis, di tepi kanan sungai Bidasoa, yang menandai perbatasan dengan Irun, Spanyol.
Dalam sejarahnya, ratusan tahun yang lalu saat Perang Tiga Puluh Tahun antara Spanyol dan Prancis akhirnya berakhir, kedua negara mengirim beberapa pejabat terpenting mereka ke pulau itu untuk berunding dengan pasukan masing-masing berkumpul di kedua sisi Bidasoa.
Dikutip dari Oddity Central, setelah 11 tahun dan 24 KTT, sebuah kesepakatan tercapai, pulau Pheasant menjadi kondominium terkecil di dunia, di bawah kedaulatan bersama kedua negara.
Ketika Prancis dan Spanyol memutuskan untuk mengakhiri perang panjang mereka, pulau Pheasant menjadi metafora untuk perdamaian jangka panjang. Tercatat Raja Prancis Louis XIV menikahi putri Raja Philip IV dari Spanyol, Maria Theresa, di pulau kecil itu.
Sebuah monumen untuk memperingati perjanjian bersejarah pun dibangun di tengahnya. Dan yang paling penting, diputuskan bahwa, sejak saat itu kedua negara akan memiliki hak asuh bersama atas wilayah tersebut selama enam bulan dalam setahun.
Sejak tahun 1660, ketika perjanjian penting itu dibuat, pulau Pheasant telah menjadi milik Spanyol dari 1 Februari hingga 31 Juli setiap tahun, dan menjadi milik Prancis selama setengah tahun lainnya.

Pengunjung hanya diperbolehkan ke pulau hanya pada kesempatan langka, seperti upacara serah terima dua tahunan, atau tur warisan langka.
Pegawai pemerintah kotamadya Irun, di Spanyol, dan Hendaye, di Prancis, akan pergi ke pulau Pheasant setiap enam bulan untuk pekerjaan pembersihan dan berkebun.
Komando Angkatan Laut Spanyol dan Prancis bertanggung jawab untuk memantau Pulau Pheasant, jadi selama enam bulan kepemilikan tahunan mereka, kru akan mendarat di sana setiap lima hari.
Laporan: Rena Safira
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli