Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Tempat Ini Simpan Cerita Pilu Pengusiran Orang-orang Indian

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 14 Oktober 2016 15:23
Tempat Ini Simpan Cerita Pilu Pengusiran Orang-orang Indian
Te-lah-nay masih berusia 17 tahun saat berjalan bersama adiknya di sepanjang jalur air mata yang menyedihkan.

Dream - Selama 35 tahun, seorang penduduk Alabama bernama Tom Hendrix telah membangun sebuah monumen sepanjang satu mil di kota kelahirannya, Florence. Hal ini ia lakukan untuk menghormati nenek moyangnya, dari Suku Yuchi Indian.

Suku ini merupakan satu dari jutaan penduduk asli Amerika yang dipaksa keluar dari rumah mereka di bagian tenggara wilayah Indian baru. Peristiwa ini menjadi bagian dari tindakan penghapusan orang Indian di Oklahoma pada tahun 1830.

Nenek moyang Hendrix, Te-lah-nay masih berusia 17 tahun saat berjalan bersama adiknya di sepanjang jalur yang sekarang dikenal dengan nama 'jalur airmata' di Muskogee, Oklahoma. Namun, kerinduan pada rumah membuatnya kembali setelah menghabiskan satu musim dingin di sana.

Dia memulai perjalanan dalam kesepian selama lima tahun kembali ke tanah airnya. Menempuh perjalanan dengan jarak lebih dari 600 mil.

Lalu, Hendrix membangun monumen tersebut untuk mengenang Te-lah-nay yang telah berani berjalan pulang. Monumen terdiri dari dua dinding paralel yang terbuat dari batu kapur dan pasir. Dirancang dengan tinggi sepanjang empat kaki dengan bentuk berliku-liku di bawah naungan pohon beech dan ek yang rindang.

Hendrix mulai membangun dinding di tanahnya sendiri selama beberapa dekade. Ia mulai mengangkut lebih dari 8,5 juta pon batu dari Sungai Tennesse. Hingga ia membutuhkan tiga truk, 22 gerobak serta 3.700 pasang sarung tangan.

Saat ini, dinding batu peringatan Wichahpi itu telah menjadi situs ziarah yang didatangi orang dari seluruh dunia. Hendrix juga banyak menerima ucapan selamat atas keberhasilannya membangun dinding itu.

(Sumber: Amusingplanet)

Beri Komentar